Posts Tagged ‘Sosial’

Ehm… Ilustrasi Baru Saya

Delia Devi Barlian, Ibu tiga anak ini memperingati hari kelahirannya tepat hari ini. Tiba-tiba saya teringat kala kopdar/gathering blogger di rumahnya dulu. Bersama Bromocorah, nengDJ, dll. Saya dah lupa semua itu haha.

Menjelang sahur saya sempatkan membuat ilustrasi vektor yang mengacu pada koleksi foto dia. Ilustrasi ini dikerjakan sepenuhnya dengan Adobe Flash kemudian diberikan sentuhan akhir dengan Adobe Photoshop. Semoga dia suka dengan ilustrasi baru saya ini.

Gambar Vektor ini tidak lebih Sebagai ucapan terima kasih dari saya yang hingga kini masih terjalin komunikasi–meskipun hanya di dunia maya.

Ada yang ingin punya gambar vektor atau ilustrasi flash serupa? boleh. Silakan kontak saya di usmanyulianto[at]gmail[dot]com hehehe

Salam kreatif!!

Weekend di GKJ bersama Indonesia’s Sketchers

Seperti biasanya,  saya berkumpul dengan rekan-rekan dari komunitas Indonesia’s Sketchers (IS) saat weekend. Kalau tidak hari sabtu ya minggu, tergantung kesepakatan. Dalam pertemuan kali ini acara yang dibahas adalah pembahasan perubahan logo, persiapan pameran sehari pada bulan juli (seleksi karya dan delegasi), dan terakhir adalah pembongkaran karya pameran rekan-rekan IS GKJ.

Selepas maghrib kami bertemu di depan GKJ, depan workshopnya Mas Wito (ketua pelukis passer baroe). Sembari menunggu teman-teman yang lain, bakpia, kue khas Jogja dihidangkan oleh bunda IS, Atit, dengan ditemani beberapa gelas kopi hitam dan teh botol dingin.


Tak luput dari pengamatan saya, Mas Wito yang ciri-cirinya mengenakan topi hitam itu ternyata sudah terbiasa dengan kondisi melukis sembari diskusi dengan orang lain. Ya!! Karena Mas Wito malam itu harus segera menyelesaikan karikaturnya untuk dihadiahkan pada malam penutupan Jakarta Art Festival (JAF) di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) beberapa jam kemudian. Lihatlah aksi Mas Wito tampak serius di dengan cat airnya.

Setelah personil dinyatakan lengkap, kami pun berpindah lokasi, bergeser sedikit tidak jauh dari GKJ. Tepatnya di OBONG, Waroeng Steak. Tak ada pilihan lain selain di tempat ini karena tempatnya cukup kondusif dan bisa untuk menaruh laptop di depan rekan-rekan IS sekalian.

Malam itu kami sedang membahas perubahan logo IS yang baru. Logo terpilih nantinya diharapkan bisa lebih baik dari logo sementara yang ada di facebook. Pembahasan cukup santai namun serius. Minum es jeruk dulu ya…. Slurrrrp!!

Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB. Mata tersisa 5 watt, maklum, dari siang saya sudah berangkat dari Tangerang. Tapi musti dikuatin dulu, agenda satu lagi belum kelar yakni bongkar karya pameran.

Kami masuk ke gedung GKJ lewat pintu samping. Tampak puluhan dancers sedang merayakan kesuksesan mereka pada malam penutupan tadi. Tampak pula beberapa selebriti yang wajahnya tak asing di mata saya seperti sarah sechan, Arie Dagink sedang salah satu VJ yang saya lupa namanya hehe.

Berhubung mereka masih makan-makan dan memenuhi ruang pameran maka kami berbincang asyik di luar sembari mendengarkan musik untuk IS karya Pak Nashir. Eh sedang butuh vokalis lho. Ada yang mau?

Malam kian larut. Pembongkaran harus dipercepat supaya tidak lama kami stay di sana. Dua dus telah disiapkan untuk mengangkut 45 karya sketsa Indonesia’s Sketchers dan kamipun selanjutnya berpamitan.

Bersama Pak Nashir dan Mas Herlambang, kami bersiap-siap meluncur ke Tangerang. “Taxi!!”

Salam kreatif!!

Membuat Sketsa di Jalanan dan Permasalahannya

Saat kita hendak membuat sketsa langsung di lokasi tentunya akan dihadapkan beberapa permasalahan. Apa sajakah masalah itu? Pada tulisan kali ini akan saya berikan solusiya.

(1) Objek manusia sering bergerak
Dalam hitungan detik kadang objek yang kita bidik sudah hilang. Di sinilah pentingnya kita melakukan observasi sebelum memulai. Jika observasi telah dilakukan dan dianggap cukup maka tangkaplah gesture, ekspresi dan suasana secara umum yang ada di lokasi dan tuangkanlah dalam kertas yang telah disiapkan.

(2) Cuaca yang tidak bersahabat
Terik matahari atau cuaca yang tak pasti datang tak disangka. Ada baiknya kita menyiapkan peralatan guna mengantisipasinya. Bawalah selalu kacamata hitam jika jalanan sangat panas dan gunakan jaket jika udara sangat dingin, serta payung dan kantong plastik untuk melindungi kertas gambar dan HP kita dari hujan.

(3) Pertanyaan dan atau komentar dari orang sekitar
Orang awam biasanya suka bertanya, entah soal kepentingan kita ataupun soal pemilihan warna. Pertanyaan yang terkadang tidak penting itu kadang bisa mengganggu keasyikan kita. Maka dari itu ajaklah mereka untuk bertukar pikiran atau diskusi ringan. Setidaknya dengan begitu kita bisa mengenal dan kitapun akan dikenal. Bawa selalu kartu nama kita, siapa tahu suatu saat nanti mereka membutuhkan jasa kita.

(4) Alat gambar bermasalah
Terkadang alat gambar yang sudah kita anggap bagus tiba-tiba macet. Pena tidak lagi berfungsi, pensil terjatuh dan hilang entah dimana. Supaya kita tetap bisa berkarya maka bawalah alat gambar lebih sebagai cadangan ketika sangat dibutuhkan.

(5) Lapar dan Haus
Saat berada di lapangan tentu tingkat kenyamanan berkurang. Beda halnya dengan di dalam ruangan. Untuk menghindari dehidrasi atau kelaparan jangan lupa bawa air minum secukupnya serta snack atau makanan kesukaan kita. Kalau makanannya masih lebih tentu bisa dibagi ke teman sebelah.

(6) Tidak ada tempat untuk duduk
Kalau kebanyakan berdiri membuat kita letih. Solusinya adalah bawa sendiri kursi lipat yang bisa dijinjing kemana-mana. Bahannya dari besi. Dijual di pasaran mulai dari Rp35.000. Kalaupun mau duduk langsung di atas tanah juga tidak masalah, asal kita nyaman dan menikmatinya.

Salam kreatif!!