Posted by
antown on 06 July 2010 | Filed under
Gambar Sketsa
Seperti biasanya, saya berkumpul dengan rekan-rekan dari komunitas Indonesia’s Sketchers (IS) saat weekend. Kalau tidak hari sabtu ya minggu, tergantung kesepakatan. Dalam pertemuan kali ini acara yang dibahas adalah pembahasan perubahan logo, persiapan pameran sehari pada bulan juli (seleksi karya dan delegasi), dan terakhir adalah pembongkaran karya pameran rekan-rekan IS GKJ.
Selepas maghrib kami bertemu di depan GKJ, depan workshopnya Mas Wito (ketua pelukis passer baroe). Sembari menunggu teman-teman yang lain, bakpia, kue khas Jogja dihidangkan oleh bunda IS, Atit, dengan ditemani beberapa gelas kopi hitam dan teh botol dingin.


Tak luput dari pengamatan saya, Mas Wito yang ciri-cirinya mengenakan topi hitam itu ternyata sudah terbiasa dengan kondisi melukis sembari diskusi dengan orang lain. Ya!! Karena Mas Wito malam itu harus segera menyelesaikan karikaturnya untuk dihadiahkan pada malam penutupan Jakarta Art Festival (JAF) di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) beberapa jam kemudian. Lihatlah aksi Mas Wito tampak serius di dengan cat airnya.
Setelah personil dinyatakan lengkap, kami pun berpindah lokasi, bergeser sedikit tidak jauh dari GKJ. Tepatnya di OBONG, Waroeng Steak. Tak ada pilihan lain selain di tempat ini karena tempatnya cukup kondusif dan bisa untuk menaruh laptop di depan rekan-rekan IS sekalian.
Malam itu kami sedang membahas perubahan logo IS yang baru. Logo terpilih nantinya diharapkan bisa lebih baik dari logo sementara yang ada di facebook. Pembahasan cukup santai namun serius. Minum es jeruk dulu ya…. Slurrrrp!!

Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB. Mata tersisa 5 watt, maklum, dari siang saya sudah berangkat dari Tangerang. Tapi musti dikuatin dulu, agenda satu lagi belum kelar yakni bongkar karya pameran.
Kami masuk ke gedung GKJ lewat pintu samping. Tampak puluhan dancers sedang merayakan kesuksesan mereka pada malam penutupan tadi. Tampak pula beberapa selebriti yang wajahnya tak asing di mata saya seperti sarah sechan, Arie Dagink sedang salah satu VJ yang saya lupa namanya hehe.
Berhubung mereka masih makan-makan dan memenuhi ruang pameran maka kami berbincang asyik di luar sembari mendengarkan musik untuk IS karya Pak Nashir. Eh sedang butuh vokalis lho. Ada yang mau?
Malam kian larut. Pembongkaran harus dipercepat supaya tidak lama kami stay di sana. Dua dus telah disiapkan untuk mengangkut 45 karya sketsa Indonesia’s Sketchers dan kamipun selanjutnya berpamitan.
Bersama Pak Nashir dan Mas Herlambang, kami bersiap-siap meluncur ke Tangerang. “Taxi!!”
Salam kreatif!!