Posts Tagged ‘karya’

Foto untuk WPAP dan Pameran WPAP

Saat bertandang ke rumah Pak Wedha di Jakbar beberapa hari yang lalu saya menyempatkan berdiskusi dengan beliau perihal pemilihan fotountuk WPAP. Ada baiknya pemilihan foto dilakukan secara tidak asal-asalan. Hal ini penting karena tokoh atau figur yang hendak kita jadikan lukisan supaya bisa dikenal oleh publik.

WPAP dibuat tidak semata-mata untuk memuaskan diri sendiri, namun juga untuk dinikmati orang lain. Dengan pemilihan yang matang terhadap foto profil tersebut diharapkan orang lain bisa langsung mengenalnya meskipun tanpa teks atau caption.

Keunikan dari WPAP sendiri adalah saat warna yang berseberangan tersebut kemudian dapat memberikan irama dan atau keharmonisan dengan cita rasa a la pop art.  Pak Wedha mengharapkan komunitas WPAP bisa berkembang dengan baik, tidak hanya sebuah tren yang berkembang sesaat lalu menghilang lagi.

Pameran WPAP

Pameran WPAP akan dilaksanakan pada akhir bulan ini, tepatnya pada tanggal 27 September 2010 di Mall GI, Jakarta Pusat. Setelah terkumpul ratusan WPAP dewan kurator memutuskan dua karya saya layak dipamerkan, yakni judul Afandi dan Freud.

Pada pameran nanti karya-karya WPAP ini akan dijual. Pengunjung juga bisa belajar WPAP langsung dengan dipandu oleh praktisi WPAP. Semoga dengan pameran bersama komunitas WPAP ini memberikan gairah dan tentunya semangat baru dalam seni pop art di Indonesia.

Salam kreatif!

Ehm… Ilustrasi Baru Saya

Delia Devi Barlian, Ibu tiga anak ini memperingati hari kelahirannya tepat hari ini. Tiba-tiba saya teringat kala kopdar/gathering blogger di rumahnya dulu. Bersama Bromocorah, nengDJ, dll. Saya dah lupa semua itu haha.

Menjelang sahur saya sempatkan membuat ilustrasi vektor yang mengacu pada koleksi foto dia. Ilustrasi ini dikerjakan sepenuhnya dengan Adobe Flash kemudian diberikan sentuhan akhir dengan Adobe Photoshop. Semoga dia suka dengan ilustrasi baru saya ini.

Gambar Vektor ini tidak lebih Sebagai ucapan terima kasih dari saya yang hingga kini masih terjalin komunikasi–meskipun hanya di dunia maya.

Ada yang ingin punya gambar vektor atau ilustrasi flash serupa? boleh. Silakan kontak saya di usmanyulianto[at]gmail[dot]com hehehe

Salam kreatif!!

Desain WPAP

WPAP adalah singkatan dari Wedha’s Pop Art Portrait. Nama ini belakangan menjadi populer di ranah dunia maya (baca: Facebook). Sebelum menjadi nama WPAP dulunya masih disebut FMB (Foto Marak Berkotak).

Proses perjalanan berkarya Pak Wedha selama puluhan tahun itu membuahkan hasil lantaran karya WPAP kini semakin berkembang dan “meracuni” pecinta vektor dan pelaku seni vektor di Indonesia.

Karena dalam WPAP adalah seni membuat lukisan vektor dalam bentuk foto maka kemiripan terhadap seorang model atau figure yang menjadi objek acuan adalah mutlak dan tidak bisa dihindari.

Proses pembuatannya memang menggunakan teknik menjiplak (baca: tracing) dengan komputer, namun tracing yang disajikan di sini adalah tracing yang kreatif. Artinya tidak melulu meniru apa yang terdapat pada foto tersebut.

Desainer WPAP sah-sah saja memodifikasi dan mengganti warna yang sama sekali tidak sama dengan foto. Terpenting adalah mirip.

Saya mengenal karya Pak Wedha dari majala HAI saat saya masih duduk di bangku sekolah. Pernah ingin membuatnya dalam bentuk kolase dalam arti sesungguhnya. Tekniknya adalah cut and paste. Saya menggunting kertas dan menempelnya dalam sebuah kanvas. Namun tidak terealisasi karena dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi.

Karena masih penasaran dengan tekniknya maka saya mencoba membuatnya lagi. Saat itu karyanya sempat saya pajang untuk header di blog ini (sebelum theme berubah seperti sekarang). Saya masih ingin tertawa sendiri melihat hasilnya jika dibandingkan yang sekarang.

Sempat berhenti beberapa bulan karena tetap belum ngerti tekniknya dan hasilnya tidak memuaskan. Maka sekitar bulan april 2010 saya mencoba lagi membuat WPAP dan tetap tidak berhasil meskipun sempat mengotak-atik berkali-kali. Saya beristirahat lagi.

Selama waktu istirahat tersebut saya tidak berhenti untuk belajar dari melalui pengamatan terhadap karya-karya orang lain. Memperhatikan bagaimana cara membuat bidang, bagaimana cara mengkomposisikan warna serta memperhatikan perkembangan diskusi sesama penggemar WPAP.

Agustus 2010 saya memberanikan diri membuat desain WPAP lagi. Objeknya tetap tokoh-tokoh yang dikenal masyarakat luas. Mereka adalah BJ. Habibie, Sigmund Freud, Afandi dan Karl Marx.

Jika Pak Wedha membaca tulisan ini mohon maaf jika masih ada kekurangan.

Salam kreatif!!