Posted by
antown on 08 September 2010 | Filed under
Gambar Sketsa
Saat bertandang ke rumah Pak Wedha di Jakbar beberapa hari yang lalu saya menyempatkan berdiskusi dengan beliau perihal pemilihan fotountuk WPAP. Ada baiknya pemilihan foto dilakukan secara tidak asal-asalan. Hal ini penting karena tokoh atau figur yang hendak kita jadikan lukisan supaya bisa dikenal oleh publik.
WPAP dibuat tidak semata-mata untuk memuaskan diri sendiri, namun juga untuk dinikmati orang lain. Dengan pemilihan yang matang terhadap foto profil tersebut diharapkan orang lain bisa langsung mengenalnya meskipun tanpa teks atau caption.
Keunikan dari WPAP sendiri adalah saat warna yang berseberangan tersebut kemudian dapat memberikan irama dan atau keharmonisan dengan cita rasa a la pop art. Pak Wedha mengharapkan komunitas WPAP bisa berkembang dengan baik, tidak hanya sebuah tren yang berkembang sesaat lalu menghilang lagi.
Pameran WPAP
Pameran WPAP akan dilaksanakan pada akhir bulan ini, tepatnya pada tanggal 27 September 2010 di Mall GI, Jakarta Pusat. Setelah terkumpul ratusan WPAP dewan kurator memutuskan dua karya saya layak dipamerkan, yakni judul Afandi dan Freud.

Pada pameran nanti karya-karya WPAP ini akan dijual. Pengunjung juga bisa belajar WPAP langsung dengan dipandu oleh praktisi WPAP. Semoga dengan pameran bersama komunitas WPAP ini memberikan gairah dan tentunya semangat baru dalam seni pop art di Indonesia.
Salam kreatif!
Posted by
antown on 28 August 2010 | Filed under
Gambar Sketsa
WPAP adalah singkatan dari Wedha’s Pop Art Portrait. Nama ini belakangan menjadi populer di ranah dunia maya (baca: Facebook). Sebelum menjadi nama WPAP dulunya masih disebut FMB (Foto Marak Berkotak).
Proses perjalanan berkarya Pak Wedha selama puluhan tahun itu membuahkan hasil lantaran karya WPAP kini semakin berkembang dan “meracuni” pecinta vektor dan pelaku seni vektor di Indonesia.
Karena dalam WPAP adalah seni membuat lukisan vektor dalam bentuk foto maka kemiripan terhadap seorang model atau figure yang menjadi objek acuan adalah mutlak dan tidak bisa dihindari.
Proses pembuatannya memang menggunakan teknik menjiplak (baca: tracing) dengan komputer, namun tracing yang disajikan di sini adalah tracing yang kreatif. Artinya tidak melulu meniru apa yang terdapat pada foto tersebut.
Desainer WPAP sah-sah saja memodifikasi dan mengganti warna yang sama sekali tidak sama dengan foto. Terpenting adalah mirip.
Saya mengenal karya Pak Wedha dari majala HAI saat saya masih duduk di bangku sekolah. Pernah ingin membuatnya dalam bentuk kolase dalam arti sesungguhnya. Tekniknya adalah cut and paste. Saya menggunting kertas dan menempelnya dalam sebuah kanvas. Namun tidak terealisasi karena dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi.
Karena masih penasaran dengan tekniknya maka saya mencoba membuatnya lagi. Saat itu karyanya sempat saya pajang untuk header di blog ini (sebelum theme berubah seperti sekarang). Saya masih ingin tertawa sendiri melihat hasilnya jika dibandingkan yang sekarang.
Sempat berhenti beberapa bulan karena tetap belum ngerti tekniknya dan hasilnya tidak memuaskan. Maka sekitar bulan april 2010 saya mencoba lagi membuat WPAP dan tetap tidak berhasil meskipun sempat mengotak-atik berkali-kali. Saya beristirahat lagi.
Selama waktu istirahat tersebut saya tidak berhenti untuk belajar dari melalui pengamatan terhadap karya-karya orang lain. Memperhatikan bagaimana cara membuat bidang, bagaimana cara mengkomposisikan warna serta memperhatikan perkembangan diskusi sesama penggemar WPAP.
Agustus 2010 saya memberanikan diri membuat desain WPAP lagi. Objeknya tetap tokoh-tokoh yang dikenal masyarakat luas. Mereka adalah BJ. Habibie, Sigmund Freud, Afandi dan Karl Marx.
Jika Pak Wedha membaca tulisan ini mohon maaf jika masih ada kekurangan.
Salam kreatif!!


Posted by
antown on 15 August 2010 | Filed under
Gambar Sketsa
Chara design yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti desain karakter adalah tahapan yang harus dilakukan saat kita hendak membuat atau memproduksi animasi.
Setidaknya dalam pembuatan desain karakter tersebut diberikan beberapa sudut pandang atau angle yakni tampak depan, tampak ¾ dan seterusnya. Semakin lengkap maka semakin bagus.
Namun, sebelum kita membuatnya dalam jumlah banyak, desain karakter tersebut sebaiknya dibuat tampak sedang beraksi (in action). Jika perlu tambahkan latar belakang atau property yang sesuai. Jika sudah selesai, desain karakter tersebut bisa diajukan ke klien untuk dimintakan persetujuan.
Bagaimana menciptakan desain karakter yang sesuai dengan keinginan klien? Sebagai seorang desainer atau ilustrator kita harus membuka banyak ruang diskusi antara kita selaku kreator dan klien yang membutuhkan jasa kita.
Beberapa hal yang harus diketahui tentang desain karakter:
- Gaya apa yang diinginkan. Semisal desain karakter manusia maka perjelas apakah laki atau perempuan. Apakah dengan tubuh yang proporsional ataukah yang kerdil
- Bagaimana pilihan warna yang akan dipakai nantinya. Temukan jawabannya warna apa yang diinginkan klien dan sesuaikan dengan tujuan awal pembuatan animasi; apakah akan diperuntukkan bagi anak-anak, remaja, ataukah dewasa.
Sedikit yang saya paparkan di atas semoga memberi manfaat.
Salam kreatif!!