Posted by
antown on 16 December 2009 | Filed under
Gambar Sketsa
Sedikit tulisan saya—antara berbagi cerita dan curcol (curhat colongan). Semoga terhibur ya. Haha…

Masih membekas di ingatan saya betapa pesona Bali begitu eksotis. Bali mampu menghipnotis wisatawan berlama-lama tinggal disana. Sektor wisata digarap serius oleh Pemerintah dan masyarakatnya. Hampir di setiap sudut bisa kita saksikan karya seni seperti ukiran, tarian, lukisan, dan yang lainnya.
Sebagai tujuan wisata maka Bali masih menjadi tujuan pertama bagi saya. Konsekuensi logisnya kita harus menyiapkan dana sekian juta rupiah sekedar memanjakan mata atau ke spa (kalimat ini rada hiperbolis ya).
Pernah saya bermimpi bisa berkarya dan diupah dollar di Bali. Mimpi lama yang belum terbukti hingga kini. Jalan hidup yang membawa saya ke Jakarta. Ibukota yang sama sekali tak pernah saya impikan sebelumnya.
Jakarta ya begitulah. Hampir semuanya ada. Kesenjangan sosial sangat terasa. Berita kejahatan, penganiayaan, kekonyolan, dan keunikan lainnya selalu menghiasi halaman depan surat kabar.
Ibukota sudah saya tinggalkan. Beberapa pengalaman tak bisa saya lupakan salah satunya pernah dipukul orang lantaran dicurigai membawa sajam (senjata tajam) saat berada dalam KOPAJA 502 jurusan kampung melayu-tanah abang. Saya berkesimpulan kejadian itu adalah modus dimana mereka mengelabui si korban demi mendapatkan sejumlah uang.
Berdasarkan pengamatan saya keluhan yang seringkali dijumpai pada masyarakat urban adalah sulitnya mendapatkan pekerjaan—yang mapan, tempat tinggal yang layak lagi nyaman, air bersih layak konsumsi, dan masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu.
Dari Jakarta saya kemudian hijrah ke BSD City, Tangerang. BSD sendiri adalah singkatan dari Bumi Serpong Damai. Secara geografis Tangerang berada di sebelah barat Jakarta persis. Mempunyai terminal penghubung bernama Kalideres.
Pertumbuhan ekonomi di kota ini cukup pesat. Dalam kurun waktu sekitar sepuluh tahun saja hutan karet yang lebat itu disulap menjadi kawasan perkantoran, mall dan tempat hiburan. Begitu referensi yang saya dapatkan langsung dari beberapa kawan.
Penduduk tidak sepadat Jakarta, tingkat stress tidak separah Jakarta, macet seringnya kalau sepulang kerja, gaya hidup modern sudah tersedia, hehijauan masih ada dimana-mana. Komunitas bloggernya bernama KBBC (Komunitas Bloger Benteng Cisadane). Itulah sedikit cerita tentang Tangerang.
Industri kreatif seperti animasi multimedia juga berkembang sangat baik di kota ini (mungkin karena adanya persaingan yang masih terjaga). Dari sektor inilah saya kemudian berkarya setiap harinya.
… Lalu seorang teman dari Jombang yang tokonya berdekatan dengan ayam bakar wong solo itu seraya mendoakan saya dalam ruang maya, “semoga kamu ada kesempatan belajar animasi di Studio Pixar, Amerika ya”.
“Amien”, pungkas saya. Siapa sangka, bukan??
Salam kreatif!!