ad

Gambar diambil dari corbis.com

Seorang pekerja profesional biasanya sebisa mungkin menghindari kata maaf, saya telat kepada klien atau bosnya. Mereka lebih berani mengatakan ya, saya bisa” karena dengan tiga kata ini berarti menunjukkan kesanggupan dia untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Tapi apa mau dikata jika tiba-tiba ada permasalahan teknis atau musibah yang menimpa kita. Kesalahan yang saya maksud misalnya PLN memadamkan listrik pada saat deadline mendekat–udah gitu komputer loading lama pula, atau mungkin mendadak kita dapat kabar berita duka dari keluarga. Pada konteks tertentu akhirnya “si profesional” itu tak bisa berbuat apa-apa. Tak ada yang bisa dia lakukan (lagi) kecuali berharap mendapat ampunan atau dispensasi dari kliennya itu.

“Selesai kapan, Town??” pertanyaan itu seringkali dilontarkan pimpinan pada saya. Memang sih, deadlinenya bukan lagi jam seperti apa yang saya rasakan saat bekerja di koran kemarin. Kali ini deadline agak lengang. Kadang tanggal, kadang juga harian. Dalam sehari harus menyelesaikan sekian gambar sesuai dengan kesanggupan atau kesepakatan sebelumnya. Bisa terbawa stress kalau tidak terbiasa bekerja di bawah tekanan atau bahasa kerennya under pressure.

Kerja apapun memang ada konsekuensinya. Bahkan, seorang freelancer yang kita tahu bisa bekerja atas kemauannya sendiri dimana waktu bisa fleksibel, sebaiknya juga harus bijak menghargai waktu yang dia miliki. Secara umum, orang Indonesia barangkali memang kalah jauh etos kerjanya sama orang Jepang. Tapi ngomong soal kreativitas? kita sesungguhnya tidak kalah lantaran kita mempunyai kekayaan yang berlimpah.

Kembali lagi soal deadline. Kalau tiba-tiba kita merasa seperti dikejar waktu itu sungguh hal yang sangat masuk akal. Pasalnya kita berpikiran seandainya kita diberi waktu lebih pasti tidak menyia-nyiakan. Tapi namanya juga penyesalan, pasti berada di belakang.

Di saat mencekam, di saat deadline kian mendekat, perilaku tergopoh-gopoh biasanya muncul begitu saja. Hal yang paling tidak boleh dilakukan adalah “jangan tegang”. Dua kata ini memang mudah diucapkan tapi susah untuk dipraktekkan. Bagaimana tidak tegang sementara bos ada di belakang. Anda merasa seperti itu? seorang teman mengatakan dengan bijak; “santailah sejenak, biarkan pikiranmu beristirahat dan minumlah air putih segelas”. Percaya dengan kalimat ini?

Salam kreatif!!

Postingan Terkait:

  1. Zzzz… Zzzz… Zzzz…
    Tiba-tiba keramaian di sekitarku menghilang, situasi kian sepi, sunyi, senyap. “Kamu kenapa, mas, tadi?” “Oh, maaf. Barusan ketiduran. Sorry...
Tags: ,
Category: Gambar Sketsa
ad

Ada 6 comments

  • ¬ suryaden
    #3134 February 20th, 2009 at 8:35 pm

    wah kalo udah urusan satu ini, memang sangat menegangkan…

  • ¬ dita_disini
    #3135 February 20th, 2009 at 8:42 pm

    kapan selesai?? dakupaling ndak suka sama pertanyaan ini… bisa sabar ndak sih!!! diriku juga berusaha keras jadi dokter gigi… tapi kalo emang lama kelarnya kenapa emangnya??? situ mau protes…

    (sori… numpang curhat)
    - – -
    gpp dit, tapi sayang curhatnya dikit banget. semangat terus ya!!

  • ¬ aerapianggis
    #3137 February 20th, 2009 at 11:40 pm

    sippp…d coba ya mas :D
    *keseringan one night show hehe*

  • ¬ gajah_pesing
    #3138 February 20th, 2009 at 11:45 pm

    ayo ngopi ae

  • ¬ pakde
    #3139 February 21st, 2009 at 8:12 am

    seorang yang profesional biasanya punya deadline yang sudah di mapping, project apapun yg dikerjakan. akan diucapkan sesui dengan jumlah pekerjaan yang menumpuk. termasuk antisipasi ketika problem datang. itu baru profesional.(klient mana ada yg mau ngerti alatnya rusak) apalagi menghadapi klient yang jumlahnya tidak sedikit. kepuasan klient dan pelanggan umum didapatkan dari pelayanan sevice yg memuaskan, bukan hanya hasilnya saja. itu yg kami terapkan.
    lihat orang jepang, mereka bener2 menghargai waktu bukan? banyak orang2 sukses lahir disana karena managemnt waktu mereka bagus.

    Anto nampaknya sibuk……sini tak bantuin town……asal jelas aja Fee nya…wkakakakkkk.
    Be Profesional Town ya….jangan rusak keahlianmu!!
    - – -
    amien. makasih pakde, mari kita berjuang bersama

  • ¬ zenteguh
    #3157 February 21st, 2009 at 6:54 pm

    digae one stick alias sebatang rokok sik yo enak mas…

Name (Req)

E-mail (Req)

URI

Message
ad ad

Halaman

Link