ad

Saya bisa katakan bahwa mendesain itu adalah hal yang sulit. Dapatkah Anda membayangkan bagaimana masalah yang dihadapinya? Mendesain berarti membuat sebuah rancangan dari yang belum ada menjadi ada. Menciptakan sesuatu yang muncul dari benak kita.

Pada umumnya desainer membuat sketsa dulu untuk mengolah ide mereka. Sketsa itu bisa berupa garis kasar (dan kadang ditambahkan tulisan) sebagai gambaran atau rancangan untuk mematangkan konsep atau ide awal.

Tidak ada patokan khusus bagaimana cara membuat sketsa tersebut, yang penting apa yang kita buat bisa menjadi acuan saat kita berhadapan dengan komputer grafis nantinya.

Desainer mempunyai tugas besar sebagai orang yang diharapkan mampu menciptakan produk atau karya yang berkualitas. Jika desainer bekerja untuk klien maka desainer sepatutnya mengikuti atau mengarahkan apa yang klien inginkan.

Perlu diketahui bahwa tipikal klien itu (juga) bermacam-macam. Klien mempunyai latar belakang yang beraneka dan tentu tidak semuanya melek desain. Nah, di sinilah peran desainer sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi kepada mereka. Bukan malah menyesatkan atau memanfaatkan situasi yang ada.

Ketika klien mempunyai selera yang “tidak elegan” sedangkan yang dia inginkan adalah “berlebihan” maka desainer sebaiknya bisa mengkomunikasikan idenya kepada kliennya. Artinya, pola komunikasi dua arah antara desainer dan klien harus tetap berlangsung.

Jika desainer hanya bisa mengangguk saja (baca: menuruti apapun keinginan klien tanpa berani memberikan masukan), dan tidak menerapkan kreativitas dalam karyanya, maka sungguh karya tersebut akan sangat miskin “nilai”. Saya mempercayai hal tersebut.

Maka yang biasa saya lakukan adalah ketika ide itu datang maka perlu dibagi dan dikonsumsi bersama supaya apa yang diinginkan oleh klien juga bisa kita rasakan. Banyak media yang bisa menjembataninya. Ada fasilitas messenger, email, telpon atau smsan misalnya.

Selera dalam desain klien belum tentu jelek dan belum tentu pula buruk, dengan kita mengetahui maksud dan keinginan serta kita coba kolaborasikan ide dan pikiran kita maka harapan untuk mendapatkan desain yang sesuai akan lebih mudah dicapai.

Salam kreatif!!

Postingan Terkait:

  1. Wayang Antareja dalam Desain Kaos
    Dimohon untuk tidak mengambil gambar ini dan mempublikasikannya kecuali atas ijin antownholic.com Antareja adalah tokoh wayang dalam cerita Mahabarata....
  2. Desain Vektor dalam Karikatur WPAP
    Membuat karikatur dengan gaya WPAP tidak gampang. Pasalnya kita harus menguasai banyak hal mulai dari pemahaman terhadap warna WPAP, anatomi,...
  3. Pernikahan dan Desain Undangan
    Kreativitas desainer undangan pernikahan saya amati makin lama makin seru aja. Saya bukan desainer undangan pernikahan tapi saya pernah membuat...
  4. Wanita Dalam Iklan Anangku
    Ilustrasi di atas adalah salah satu koleksi lama saya. Pembuatannya hanya menggunakan program CorelDRAW–dimana program tersebut saat itu menjadi...
  5. David NAIF dan Antown dalam “A By Me Party”
    Semalam saya diundang panitia A Mild untuk menghadiri Party “A By Me”, sebuah acara A Mild dimana ada suguhan seni...
ad

Ada 11 comments

  • ¬ andipeace
    #6824 March 18th, 2010 at 9:09 pm

    yah…memang.desain itu tak mudah untuk membuatnya.sebuah kreatifitas yang jarang dimilki setiap orang.

    salam dem ayem

  • ¬ sawali tuhusetya
    #6826 March 18th, 2010 at 11:49 pm

    menjalani aktivitas sbg seorang desainer memang bukan hal yang mudah, mas anto. selalu piawai dan terampil juga dituntut memiliki selera keindahan universal yang bisa memikat banyak orang.

  • ¬ zenteguh
    #6827 March 19th, 2010 at 12:59 am

    klop. Kalau gak salah, saya pernah jadi klien sampean yang gak babar blas gak paham desain dan warna mas :D

  • ¬ hanif IM
    #6828 March 19th, 2010 at 11:47 am

    apa yg sebaiknya saya gunakan mas, untuk desain? adobe illustrator atau corel draw?

  • ¬ antown
    #6829 March 19th, 2010 at 3:59 pm

    @hanif: kalau bisa spesialis akan bagus, tapi jgan ditinggalkan atau meremehkan program lainnya, karena kadang program yang satu dengan program yang lain saling mendukung. Saya dulu belajar corel, lalu beralih ke freehand, tapi seakrang butuh corel lagi. bingung jadinya hehe

  • ¬ eMo
    #6830 March 20th, 2010 at 2:01 am

    hai kaaaaangg,,,,,

    pangling deh ma rumahmu.. terus berkarya ya akang,..

  • ¬ ndop
    #6832 March 20th, 2010 at 12:30 pm

    diskusi disik pokoke… sing suwi diskusine dari pada ngerjaknone, hahahaha…

  • ¬ asfan
    #6833 March 20th, 2010 at 1:51 pm

    betul…. memang gampang-gampangsusah……
    ….kadang desain sudah 99 persen …eh mendadak revisi dan harus selesai dalam hitungan detik…mampusss ha2

  • ¬ zarod
    #6835 March 20th, 2010 at 9:08 pm

    setuju mas, yang ngerti ilmune memberi sedikit ilmunya biar ilmunya dihargai dan dimengerti oleh orang yang belum mengerti. Nice Posting :)

  • ¬ antown
    #6836 March 21st, 2010 at 7:07 am

    @ndop: diskusi sampe muru haha
    @asfan: ente kebanyakan kerjaan sepertinya, dishare aja ke frilenser :)
    @zarod: makasih zarod

  • ¬ melinjo
    #6843 March 22nd, 2010 at 3:11 pm

    mengarahkan klien itu sulitnya mas..
    yang sering terjadi di tempat adalah klien yang akhirnya mendominasi desain.

Name (Req)

E-mail (Req)

URI

Message
ad ad

Halaman

Link