ad

Sebagai alat komunikasi non verbal kaos dirasa cukup efektif dalam menyampaikan pesan kepada khalayak. Saya sangat menikmat proses pembuatan kata-kata dalam media kaos ini.

Berikut ini adalah cerita dibalik pembuatan kaos “Biar Gondrong Asal Ga Sombong”. Saya terinspirasi kalimat ini saat masa kuliah dulu dimana banyak sekali fenomena mahasiswa desain grafis atau mahasiswa DKV yang berambut panjang (baca: gondrong).

Selain gondrong para mahasiswa tersebut biasanya mempunyai ciri khas pada cara berdandan atau mengenakan pakaian. Ada semacam anggapan yang muncul di permukaan bahwasanya mereka yang gondrong adalah mereka yang jenius atau jago dalam berkarya. Dalam arti lain karya mereka layak mendapatkan apresiasi.

Jadi, kalau kita lihat ada mahasiswa gondrong tapi tidak bisa membuat karya yang bagus maka itu adalah sangat memalukan. Demikianlah opini yang berkembang dan nyantol di benak saya sehingga kemudian saya membuat desain kaos ini.

...Read the rest of this article

Mana yang lebih sukar menurut Anda saat mendesain kaos; merangkai kata? Ataukah membuat gambar? Dua-duanya adalah sukar jika kita menganggapnya sukar.

Membuat rangkaian kata ternyata dibutuhkan kemampuan untuk menyambungkan antara kata itu sendiri dengan gambar yang dibuat. Namun bisa jadi rangkaian kata dibuat terlebih dahulu, kemudian membuat gambar sebagai tahap selanjutnya.

Rangkaian kata yang melekat pada kaos mempunyai beberapa motif atau tujuan. Beberapa dianJaditaranya adalah; (1) informatif, yakni bersifat memberikan informasi, membeberkan fakta yang sesuai dengan kenyataan (2) edukatif, memberikan pembelajaran baik yang sifatnya filosofis maupun pernyataan atau statement, (3) humor, mengajak orang lain untuk tertawa saat membaca kata-kata atau tulisan dalam kaos.

Tiba-tiba saya teringat oleh desain kaos yang diproduksi oleh Dagadu Jogja dan Djoger Bali. Pintar sekali mereka mengolah kata dalam sebuah desain kaos kala itu. Dengan berjualan kata-kata lucu...

...Read the rest of this article

Waktu itu saya dikontak seseorang lewat email. Dia minta dibuatkan ilustrasi vektor dari foto prewednya. Saya bersemangat sekali saa mengerjakannya karena foto yang saya terima sebagai acuan udah bagus (hasilnya tajam, warnanya bagus, cahaya juga pas). Proses pengerjaan beberapa hari karena setiap hari saya hanya dapat jatah waktu 2-3 jam.

Perlu dijadikan bahan pembelajaran bahwa pembuatan vektor yang dilakukan pagi dan malam sesungguhnya beda. Apa bedanya? kita membutuhkan cahaya yang relatif stabil. Artinya jika kita menatap monitor pagi tentu hasilnya beda sekali dengan saat kita menatapnya di malam hari. Cahaya yang kita gunakan saat malam hari adalah cahaya buatan yakni lampu sementara kalau pagi dan tempat kerja kita berdekatan dengan jendela maka cahaya alami (baca: matahari) juga masuk.

Ilustrasi tersebut rencananya...

...Read the rest of this article

ad ad

Halaman

Link