ad

Foto karya Atit. Dari kiri ke kanan: yoso (gerrilya), orido, andika, vey, pak dhar, pandu, wawan, rully, antown, dan peby.

Adalah Indonesia’s Sketcher (IS), sebuah group yang dibentuk di Facebook yang tujuannya berbagi karya sketsa untuk mendokumentasikan segala hal tentang urban. Hasil skets selanjutnya akan dipublikasikan di internet oleh masing-masing anggota.

Sabtu kemarin adalah pertemuan pertama IS. Awalnya dihadiri sekitar 20-an orang yang saya yakin kebanyakan sama-sama tidak saling mengenal sebelumnya kecuali di dunia maya. Saya membawa 2 (dua) teman dan 3 (tiga) teman lagi yang kebetulan sama-sama hobi coret-coret. Rame deh jadinya hehe…

Kita berkumpul persis depan persewaan sepeda onthel, di bawah pohon besar yang rindang, depan Museum Fatahillah. Tanpa dresscode, tanpa banner atau petanda sama sekali. Maklum (istrinya Paklum, kalau kata Ndop) ini baru pertemuan pertama. Jadi kalau ada orang bawa kertas gambar langsung aja kita tembak (dor!!), “mas orang IS ya?”. Lagi-lagi nekat. Jiakakaka@^#&#@#$ (sebenarnya ketawa saya gak kayak gini ko)..

Sampai disana saya disambut langsung sama Uchan, lalu salaman sama Pak Dhar yang memang sudah saya kenal wajahnya di Facebook, lalu Yoso AKA Gerrilya, blogger yang punya kartun dengan karakter topinya yang khas itu. By the way, konon Pak Dhar adalah mantan ilustrator senior koran KOMPAS (wuih). Senangnya saya bisa mengenalkan sahabat saya, Pandu (tim infografis Kompas saat ini) ke beliau langsung. Akhirnya mereka reuni deh…

Makin siang siang satu-persatu pada mengundurkan diri karena ada keperluan. Maka tersisalah beberapa orang dan acara dilanjutkan dengan sharing pengalaman. Pak Dhar yang paling senior pun berbagi ilmunya gratis. Taman di dalam Museum Fatahillah menjadi pilihan kami untuk berkumpul saat itu.

Tak lama berselang datanglah Peby, teman Atit (founder IS). Lalu sahabat saya, Mas Orid, blogger dari P.Bun, Kalimantan Tengah, dan disusul Vey (ilustrator majalah Cosmogirl) bersama 2 kawannya yang ternyata kakak tingkat saya di ADVY. Hahaha, saya reuni juga akhirnya. Makasih Vey,  dah bawa si kumis heboh ini.

Banyak cerita yang ingin saya tuliskan namun karena keterbatasan waktu maka sementara sampai di sini dulu laporan saya dari Museum Fatahillah untuk Indonesia Sketcher’s. Bagi Anda yang ingin bergabung dengan group ini, silakan klik http://www.facebook.com/group.php?gid=240007800116&ref=ts.

Oya, ada satu oleh-oleh dari saya. Karya sketsa ini menggunakan media tinta bak (tinta cina) di atas kertas. Tekniknya sederhana yakni mencelupkan batang korek api lalu mencoretkannya langsung di atas kertas–sesuai dengan objek yang kita amati. Kangen banget sama karakter tinta ini.

Salam kreatif!!

Postingan Terkait:

  1. Komunitas Indonesia’s Sketcher (IS)
    Indonesia’s Sketcher (IS) adalah komunitas pecinta sketsa yang dicetuskan oleh Atit. Komunitas yang mempunyai alamat … groupnya di Facebook...
  2. Nyeket Bersama Indonesia Sketchers#4
    Ada info nih buat teman-teman yang sudah bergabung dengan group Indonesia Sketchers di Facebook. Di awal tahun 2010 ini, kita...
  3. Indonesia’s Sketchers (IS) Masuk Harian Media Indonesia
    Sehari sebelum menjelang liputan dari harian Media Indonesia (MI) saya mendapat sms dari Atit, founder Indonesia Sketcher’s (IS) yang isinya...
  4. Museum Fatahillah#2
    “Sabtu adalah waktu yang tepat untuk  beraktifitas di luar hari kerja. Sedangkan hari minggu adalah waktu berkumpul bersama keluarga”. Itulah...
  5. Indonesia’s Sketchers
    Indonesia’s Sketchers adalah sebuah kelompok dimana kita bisa berbagi karya tentang kota dan desa tempat tinggal atau tempat-tempat yang dikunjungi...
ad

Ada 16 comments

Name (Req)

E-mail (Req)

URI

Message
ad ad

Halaman

Link