ad

“Sabtu adalah waktu yang tepat untuk  beraktifitas di luar hari kerja. Sedangkan hari minggu adalah waktu berkumpul bersama keluarga”. Itulah kata-kata Pak Dhar yang masih saya ingat sebulan yang lalu saat momen Indonesia’s Sketcher#1 di museum Fatahillah, Jakarta.

Sabtu, 21 November 2009 Indonesia’s Sketcher berkumpul kembali. Pertemuan ini adalah untuk yang kedua kalinya. Masih di tempat yang sama yakni di museum Fatahillah. Tempat kumpul di sekitar meriam depan museum. Buat yang belum pernah datang mungkin akan bingung karena meriam di sekitar museum ada di beberapa titik hehe.

Pertemuan ini cukup menyenangkan meskipun saya datangnya sedikit telat karena ada wajah-wajah baru yang sebelumnya belum bisa datang. Setelah bersalaman, tak lama kemudian kami mulai mewacanakan tentang keberadaaan blog Indonesia’s Sketcher dan beberapa agenda jangka panjang kepada teman-teman. Tentunya dimulai dari Pak Dhar sebagai yang dituakan–dalam jam terbang, dan saya menyusul belakangan setelah dipersilakan.

Adalah mbak shanti, ibu muda yang turut memeriahkan acara di siang yang cerah itu. Dia datang bersama suami dan anaknya. Rupanya dia sudah siap “menghajar” kertas putih yang telah disiapkannya. Momen museum fatahillah tak disia-siakan. Kesemuanya dia rekam lalu dituangkan ke dalam beberapa lembar coretan sketsa dengan alat lukis yang sudah dibelinya sekitar 3 bulan yang lalu. Begitu akunya.

Ternyata mbak shanti seorang blogger yang juga gemar memposting gambarnya lho. Dan saya baru sadar ternyata saya sudah mengunjungi blognya beberapa kali juga hehe. “Maaf ya, mbak kadang suka lupa gini. Ajari saya teknik wet to wet pakai cat air dunk”.

Mengggunakan cat air sebagai pewarna (baca: sketsa) memang susah. Tak mudah menguasai tekniknya. Selain dibutuhkan kepiawaian dan tingkatan “rasa” dalam estetika, cat air juga mempunyai karakter yang unik yakni transparan. Cat air bisa menembus warna yang ada di bawahnya. Karakter cat air adalah transparan serta berpendar. Tentunya pada kertas yang khusus untuk cat air.

Hingga sekarang, saya masih penasaran dengan bahan kertas sketchbook yang sudah terlanjur saya beli. Saya mencoba mengakali, sekarang bagaimana caranya supaya cat air KOI–produk SAKURA yang saya beli Rp 90.000 di Gramedia WTC Serpong itu–mampu menyatu dengan goresan sketsa yang sudah jadi. Membuat sketsa lebih bermakna, membuat sketsa lebih bisa “berbicara”. Ada yang tahu solusinya?

Salam kreatif!!

Postingan Terkait:

  1. Orang-orang Indonesia’s Sketcher (IS)
    Adalah Indonesia’s Sketcher (IS), sebuah group yang dibentuk di Facebook yang tujuannya berbagi karya sketsa untuk mendokumentasikan segala hal tentang...
  2. Komunitas Indonesia’s Sketcher (IS)
    Indonesia’s Sketcher (IS) adalah komunitas pecinta sketsa yang dicetuskan oleh Atit. Komunitas yang mempunyai alamat … groupnya di Facebook...
  3. Indonesia’s Sketchers
    Indonesia’s Sketchers adalah sebuah kelompok dimana kita bisa berbagi karya tentang kota dan desa tempat tinggal atau tempat-tempat yang dikunjungi...
  4. Universitas Tarumanegara
    Beberapa waktu yang lalu saya bersinggah ke kampus Universitas Tarumanegara atau disingkat Untar. Kampus yang terletak di daerah Jakarta Barat...
  5. Halal Bi Halal KBBC
    Sabtu kemarin saya dan Asfan berangkat menuju Graha Raya untuk memenuhi undangan halal bi halal yang diselenggarakan oleh KBBC di...
ad

Ada 11 comments

  • ¬ kenyo
    #6150 November 22nd, 2009 at 7:18 am

    seruuu… acaranya…

  • ¬ Elsa
    #6151 November 22nd, 2009 at 12:30 pm

    wah aku belom pernah kesana Town…

  • ¬ *sy*
    #6152 November 22nd, 2009 at 5:04 pm

    hey, ada foto saya disini!!! :D
    duh..ngiri deh liat compact water colornya yg masih ‘perawan’!
    ternyata belinya di gramedia WTC serpong ya..pantesan sy cari di gramedia matraman kagak nemuin :(
    dan emang harga yg mas antown beli disana jatuhnya lebih murah dibanding yg di gunung agung kwitang. kalo sempat ke WTC serpong, sekalian nanyain mas apakah ada refill warnanya? tolong infonya ya :)
    ayo berkarya!!

  • ¬ Uchan
    #6153 November 22nd, 2009 at 10:22 pm

    Nubie mode ON

    mau nanya gan, kalo udah pake teknik2 coloring, masih masuk ke sketch ga?

  • ¬ komuter
    #6154 November 23rd, 2009 at 8:45 am

    betul tuh, sabtu nambah ilmu, minggu untuk keluarga….

  • ¬ antown
    #6155 November 23rd, 2009 at 12:11 pm

    @kenyo: sayang sekali dirimu gak ikut bro :)
    @elsa: ayo, sa diagendain lagi kalo ke jkt
    @sy: ok mbak nanti kalo inget. smgt!!! makasih dah mampir kmari
    @uchan: bisa aja itu chan, coba buka urbansketcher.com banyak sekali permainan warna disana
    @komuter: yoi bro hehe

  • ¬ pasang iklan baris
    #6156 November 23rd, 2009 at 2:45 pm

    asyiknya bisa sketsa.

  • ¬ your student
    #6157 November 23rd, 2009 at 2:59 pm

    kita harus bangga, karena ini adalah kekayaan bangsa dan negara kita, jangan sampai di akui lagi sama si malingsia

  • ¬ Tito Ambyo
    #6163 November 25th, 2009 at 2:17 pm

    Wah, seru juga. Saya dari dulu sampai sekarang belum pernah berani eksplorasi cat air -satu-satunya senjata saya hanya charcoal dan pensil, jadi maaf ga bisa bantu. Tapi senang sekali membaca blog anda, saya jadi terinspirasi untuk kembali bersketsa ria.

  • ¬ Desri Susilawani
    #6174 November 25th, 2009 at 8:53 pm

    maaf ga bisa bantu….hanya bisa berdoa semoga ada yang bisa bantu mas antown

  • ¬ zenteguh
    #6177 November 25th, 2009 at 9:32 pm

    apalagi saya, babarblas gak tau jawabannya sam. Nggambar gak iso, mewarnai juga gak bisa. Bisanya cuman nulis :D

Name (Req)

E-mail (Req)

URI

Message
ad ad

Halaman

Link