ad

Coba lihat foto di bawah ini. Sebuah jam petunjuk waktu shalat yang saya ambil gambarnya dari sebuah Mushalla sederhana di Cibinong, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu. Mushalla yang letaknya tidak jauh dari kontrakan juragan Mie Janda yang juga aktif di Blogor ini tempatnya lumayan kondusif. Secara orang yang berkunjung harus masuk ke gang kecil terlebih dahulu.


Memasuki Mushalla saya diperlihatkan suasana mistik (atau mungkin ini hanya perasaan saya saja). Dinding mushalla bagian dalam dicat hijau dominan sementara pada sebagian yang lain adalah warna gelap atau mungkin hitam. Beberapa kaligrafi lukisan tangan (entah dengan gaya khat apa) tampak menghiasi ruangan. Sedikit tertegun. Mata dan otak saya masih berputar mencari tahu ada apa hari itu.

Saya punya pertanyaan besar yang belum terjawab oleh saya sendiri. Kenapa tulisan-tulisan arabnya dibuat seperti itu? Kenapa komposisi warna ruangan juga seperti itu? Bukankan kaligrafi itu adalah tulisan yang indah? Lalu kenapa yang saya lihat hari itu justru seperti karya yang “sekedarnya”. Pada pengamatan saya selanjutnya saya menduga bahan cat yang dipakai bukanlah cat dekorasi.

Berbicara tentang kaligrafi, saya dulu sempat berkenalan dengan kaligrafi arab. Ketertarikan saya pada kaligrafi karena selain bisa belajar membuat hiasan atau dekorasi—yang selanjutnya menjadi hobi, saya juga senang dengan pesan yang disampaikannya. Hal yang positif saya kira.


Gambar di atas adalah kegiatan sepupu saya saat diminta tolong bikin tulisan arab untuk sebuah pernikahan sederhana.

Kembali lagi pada soal kaligrafi. Kaligrafi Arab ini sesungguhnya mempunyai beberapa gaya khat. Namun gaya khat yang saya temukan di Mushalla itu sungguh berbeda. Ataukah justru seperti itu belum pantas disebut kaligrafi? Saya tidak tahu dan tidak berani menjustifikasi.

Fenomena ini barangkali akan menjadi menarik jika Anda—mahasiswa komunikasi yang ingin melakukan penelitian dalam hal semiotika langsung di sana, di Cibinong, Kabupaten Bogor. Mau??

Salam kreatif!!

Postingan Terkait:

  1. Sekilas Tentang “Tulisan Jawi”
    Beberapa hari yang lalu saya sempat chat di facebook dengan Pupu, teman saya cewek dari Brunei yang sedang menempuh pendidikan...
ad

Ada 26 comments

  • ¬ adipati kademangan
    #4997 July 18th, 2009 at 10:46 am

    saya kok malah membaca kaligrafi diatas :
    Jadwal waktu sholat dan buka puasa romadhon.
    *tolong dikoreksi kalo salah*

  • ¬ antown
    #4998 July 18th, 2009 at 10:56 am

    @adipati kademangan: iya ya, kayaknya kamu betul. Setahu saya jadwal shalat itu memang abadi dan tidak berubah, makanya karena buka puasa jatuhnya saat magrib tiba maka si pembuat kaligrafi barangkali ingin menyatukannya sekalian. Bisa bahasa arab kang?

  • ¬ Huang
    #4999 July 18th, 2009 at 11:05 am

    yaaa gak pertamaxxx neh.. wekekwkkekeke..

    salamat sianggg…

  • ¬ antown
    #5000 July 18th, 2009 at 11:07 am

    @huang: baru bangun sob?

  • ¬ kenyo
    #5001 July 18th, 2009 at 12:42 pm

    Mungkin pelukisnya masih belajar mas jd kaligrafinya kurang menarik

  • ¬ antown
    #5002 July 18th, 2009 at 12:47 pm

    @kenyo: iya, barangkali ya. tapi sayang kalau cuma asal. secara dilihat tiap hari oleh banyak mata gitu kan

  • ¬ suci
    #5003 July 18th, 2009 at 3:30 pm

    Yaah mungkin kamu bisa menyumbangkan satu kaligrafi untuk mesjid ituh..

  • ¬ escoret
    #5004 July 18th, 2009 at 3:35 pm

    boleh pesen brti..???

  • ¬ imponk
    #5005 July 18th, 2009 at 5:58 pm

    Mungkin dalam perasaan Anda, “kaligrafi kok jelek?” Saya pun merasakan demikian. Padahal jika merujuk pada definisi, kaligrafi adalah tulisan tangan indah. Entah, jika tidak masuk kategori indah apakah masih masuk dalam kategori kaligrafi?
    “Jadwal waktu salat dan buka puasa ramadan”. Begitulah tulisan yang tertera pada hiasan dengan jam-jam itu. Sederhana memang. Bahkan agak kesulitan saya membacanya…

    Salam…

  • ¬ antown
    #5006 July 18th, 2009 at 6:00 pm

    @suci: ide yang bagus mbak :D koreksi, itu mushalla, bukan masjid
    @escoret: hmmm… bisa dijelaskan?

  • ¬ dobleh yang malang
    #5008 July 18th, 2009 at 6:39 pm

    keren banget bang….
    salam hangat selalu
    gimana cabarnya maz sehat selalu yah?

  • ¬ nakjaDimande
    #5009 July 18th, 2009 at 7:22 pm

    biasanya klo dikampung agak dipelosok, mushala dihias seadanya oleh remajanya yang mungkin belum punya ilmu seni kaligrafi yang memadai..

    **musholla sebelah rumah bundo juga sederhana sekali.. tapi ga serem :)

  • ¬ presy__L
    #5010 July 18th, 2009 at 9:42 pm

    mungkin karena mushollanya sederhana jadi kaligrafinya juga sederhana..coba kalau mesjidnya wah.. heboh juga kaligrafinya..
    coba bilangin mas antown,,gimana klo saya aja yg buat ?? hehee

  • ¬ zenteguh
    #5011 July 19th, 2009 at 12:51 am

    nek warna ijo dominan, musalane wong NU bek-e mas…:D

  • ¬ Bang Aswi
    #5012 July 19th, 2009 at 7:01 am

    Iya, tulisan kaligrafi itu seperti yang dikatakan adipati. Bisa jadi, pelukisnya belum memahami ilmu kaligrafi seperi saya waktu SMP dulu. Proses lah….

  • ¬ Elsa
    #5014 July 19th, 2009 at 12:12 pm

    dulu pernah tertarik balajar kaligrafi…eh ternyata susah, trus menyerah.
    bodoh ya!!! kenapa gak berusaha terus??
    hehehehehhehehe

  • ¬ antown
    #5015 July 19th, 2009 at 5:18 pm

    @imponk: kia punya firasat yang sama ternyata
    @nakjadimande: nah yang ini saya lihatnya agak serem. tempatnya gak di pelosok bun, tapi di keramaian
    @presyl: ah, bisa aja lu. coba sekalian saya tinggal disana gitu ya hehee…
    @zenteguh: mungkin juga sih, saya lupa saat setelah magrib kemarin ada pujian2 apa tidak
    @bang aswi: berarti mereka berani ya, mantap gitu meluapkan idenya.
    @elsa: memang harus telaten dan niat yang kuat, sa, kalau mau mempejari secara mendalam

  • ¬ kawanlama95
    #5017 July 19th, 2009 at 9:13 pm

    mas selamat datang ya di cibinong gimana si achoey udah sehatkah dia. mushola itu sejak tahun 1987 sudah aku datangi dan itu memory masa laluku dan takan kulupakan mas. maaf bila diri ini belum bertemu kalian semua maafkan

  • ¬ Andy MSE
    #5025 July 20th, 2009 at 8:46 am

    bukannya mau komen, melainkan ingin mengucapkan selamat ulang tahun…

  • ¬ nomercy
    #5030 July 20th, 2009 at 7:30 pm

    seni kaligrafi merupakan salah satu seni bernilai tinggi … tidak dapat mencapainya hanya berbekal keahlian dalam seni lukis atau seni grafis saja … di dalamnya harus terkandung makna dan simbol-simbol yang saling terkait … sebuah seni yang dapat memberi nimat bagi yang menghayatinya …

  • ¬ antown
    #5032 July 20th, 2009 at 10:02 pm

    @kawanlama95: oh ente di cibinong ya? kalo gitu kapan2 kita bisa kopdaran lagi. achoey saya kurang tahu, coz itu foto beberapa minggu yang lalu.
    @andyMSE: wah, jadi gak enak nih hehe. makasih ya pak
    @nomercy: sepakat! dikatakan tinggi karena dalam proses pembuatannya melibatkan hati. harusnya untuk harga jual juga bisa tinggi ya. mampukah masyarakat kita menerimanya?

  • ¬ mpokb
    #5059 July 22nd, 2009 at 4:28 pm

    lho, saya malah baru tahu kalau kaligrafi ada yang berbahasa Indonesia *akhirnya berhasil baca tulisan yang dimaksud* :D

  • ¬ achoey
    #6016 November 5th, 2009 at 2:57 pm

    Sobat, kapan kita sholat d mishola itu lagi?

    Hehehe, saya baru jd blogger lg nih :D

  • ¬ annisa exsarika
    #6663 February 9th, 2010 at 7:26 am

    kreasi kaligrafi yang unik dan memberikan karakter daerah tanpa mengurangi nilai nilai alqur’an perlu dikembangkan dengan baik dan moderen.

  • ¬ antown
    #6664 February 9th, 2010 at 4:39 pm

    @mpokb: selamat hehe, akhirnya bisa membaca juga
    @achoey: semoga bisa mampir dan shalat jamaah bareng sampean lagi :)
    @annisa: sepakat mbak, saya

  • ¬ Kaligrafi Islam
    #6757 February 23rd, 2010 at 10:00 am

    Bagaimanapun bentuknya dan tingkat keindahannya,kita harus tetap menghargai dan menilai itu dari aspek kultural, bukan dari nilai estetikanya. so, be your self dan terus berkarya

    Salam

Name (Req)

E-mail (Req)

URI

Message
ad ad

Halaman

Link