ad


Gambar diambil dari catnaps.org

“Coba lu kasi warna seperti ini”, ucap bos saya sambil memberikan contohnya. “Buatlah sebuah karya sebagus mungkin sampai bikin lu bangga menunjukkannya kepada orang lain”, jelasnya kemudian.

Bos saya termasuk orang yang tak pelit berbagi ilmu. Dia rajin membagikan tips dan trik tentang banyak hal, mulai dari urusan bagaimana membuat karya yang baik sampai pula urusan bisnis. Sesekali dia memberikan masukan dan ide ke semua tenaga kreatifnya yang selanjutnya bisa juga disebut karyawannya itu.

Tujuannya sudah jelas, dengan memberikan arahan diharapkan karya yang dihasilkan juga maksimal. Karena kita selalu ingin memberikan yang terbaik untuk klien, mereka senang, kita pun tenang. Begitulah kira-kira.

Sialnya, sebelum sampai pada tahap animasi, gambar vektor untuk latar belakang yang saya buat beberapa kali terpaksa harus direvisi (baca: perbaikan). Maklum, saya masih pemain baru di dunia ini. Masih butuh banyak adaptasi, bagaimana caranya kerja dengan cepat tapi tepat.

Sebagai orang yang baru kemarin merasakan dunia ilustrasi di media cetak, saya merasa hijrah saya ke lingkungan kerja yang baru ini masih ada kesamaannya. Makanan setiap harinya adalah membuat ilustrasi berbasis vektor. Bedanya hanya pada software yang kita gunakan saja. Karena sekarang di dunia animasi, otomatis program yang dipakai ya Adobe Flash (bukan macromedia flash lagi namanya).

Sejak hari pertama saya duduk disana, saya dipercaya mengoperasikan Macbook warna putih miliknya itu. Turun derajat sedikit nih saya, hehe. Soalnya pada perusahaan sebelumnya saya dapat jatah menggunakan Power Mac yang harganya bisa jadi dua kali motor supra baru. Payah, hehe. Tapi saya tetap semangat sampai detik ini. Meski jatahnya menggunakan Macbook, tapi yang penting sudah Mac, dan bukan PC.

Mau tahu tantangan kerja di animasi seperti apa? kita disana dibiasakan membuat gambar 3D langsung dengan Adobe Flash. Tentu ini agak sukar bagi mereka yang tidak terbiasa. Kalau ada kesempatan saya akan publish karya saya yang katanya sudah berkilau itu. Hahaha, mengkilat maksudnya.

Saya punya sedikit tips bagaimana cara membuat gambar supaya terksesan 3D. Adapun yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1. Buat sebuah gambar tampak jelas perspektifnya. Sebisa mungkin hindari membuat gambar tampak depan persis.
2. Berikan kesan bayangan secukupnya (jika perlu). Bisa menggunakan teknik shadow, bisa juga menggunakan lens.
3. Beri juga efek kilauan pada bagian-bagian tertentu. Sebagian yang lain bisa dimainkan pada teknik gradasinya.

Itu baru soal cara menggambarnya, belum lagi kalau sudah pada teknik pewarnaannya. Saat mewarnai objek, baik itu isian maupun konturnya, pahami dulu karakter objeknya. Semakin dalam kita memahaminya maka semakin mudah menentukan warna yang tepat. Jika warna sudah ditentukan, maka saatnya mengatur komposisi warna objek yang satu dengan objek yang lain. Semoga ada kesempatan untuk saya bahas dalam tulisan berikutnya.

Salam kreatif!!

Klik di sini untuk mengikuti

Postingan Terkait:

  1. Warna Modern
    Masih belajar dan akan terus belajar. Itulah semangat yang selalu saya tanamkan dalam diri saya sehari-hari. Saya bukan arsitek yang...
  2. Warna Heksa
    Pada postingan terdahulu saya pernah menuliskan tentang bagaimana kita membuat komposisi warna heksa yang pas dengan bantuan skema warna online...
  3. Hasil Pencampuran Warna RGB
    Apa yang anda lihat sekarang di monitor ini adalah warna RGB. Warna RGB–singkatan dari Red Green Blue–adalah warna yang berasal...
  4. Qtemu Juga Akhirnya; Skema Warna Online
    Mengoplos atau mencampur warna bukanlah hal yang mudah. Bahkan untuk mencampur warna pada konteks pewarnaan mobil (baca: otomotif) dibutuhkan...
  5. Lebih Berani dengan Pornografi
    Sebuah iklan kreatif. Gambar ini diambil dari kaskus.us Iklan yang kreatif adalah iklan yang mampu membuat sesuatu itu tampak beda....
ad

Ada 12 comments

Name (Req)

E-mail (Req)

URI

Message
ad ad

Halaman

Link