-
3
Feb -
Jangan Baca Tulisan Ini
- With 17 comments
Berbagi Sedikit Tentang Manfaat Organisasi
Dewasa ini, beberapa kampus di negeri ini yang membuka jurusan yang ada kaitannya dengan dunia komputer kian diminati. Sebut saja jurusan TI (Teknologi Informasi) atau istilah kerennya IT. Berdasarkan hasil obrolan ringan saat di Wetiga dengan beberapa orang IT yang blogger dan plurker kala itu, saya akhirnya tahu bahwa dunia IT banyak peminatnya dikarenakan perkembangan teknologi dan informasi tak akan pernah berhenti.
Sama halnya dengan yang dialami oleh pendidikan desain grafis. Kampus swasta, negeri, dan politeknik pun akhirnya berlomba mencetak bibit baru calon-calon tenaga kreatif yang siap diterjunkan ke dunia sesungguhnya. Praktis, jurusan humaniora seperti FISIP, HUKUM dan EKONOMI pun turun drastis. Ini terjadi di beberapa kampus di Malang yang sempat saya amati.
Kali ini saya akan mencoba mengupas sedikit tentang seluk beluk desain grafis. Fakta berbicara, posisi desainer grafis sebagian diisi oleh orang yang salah jurusan. Pendidikan formal yang pernah dianyam di bangku perkuliahan malah tidak mengajarkan sama sekali apa itu desain, apa itu warna, apa itu bidang, dan seterusnya. Lalu apa yang menyebabkan seperti itu?
Setelah saya melacaknya, saya menemukan jawaban sementara bahwa mereka tertarik dengan desain grafis karena pernah terlibat dalam dunia organisasi. Kok bisa? iya, dalam dunia organisasi biasanya mereka –yang aktif–akan secara otomatis diperkenalkan pada dunia media (baca: cetak-mencetak). Mulai dari belajar membuat buletin kecil-kecilan, poster kegiatan, membuat stiker dan seterusnya.
Sudah ada bayangan? biasanya karena sudah menjadi kebiasaan, aktifitas berorganisasi ini menjadi hobi yang mengasyikkan dan membuat kita kecanduan. Kalau sudah susah melepasnya maka outputnya, biasanya mereka kemudian akan bekerja dalam bidang yang tidak jauh dari apa yang pernah mereka lakukan saat berorganisasi dulu. Contohnya; yang biasa membuat surat-menyurat akhirnya menjadi sekretaris di sebuah perusahaan. Yang terbiasa berbicara di depan umum akhirnya menjadi tenaga LSM atau sejenisnya. Yang biasa kebagian membuat dekorasi akhirnya menjadi tenaga animasi. Boleh percaya, boleh juga tidak.
Semuanya memang melalui proses yang panjang. Tidak mudah mencapai apa yang kita inginkan kalau kita belum mempunyai tujuan yang jelas dan pasti. Biarkan kita nyasar atau salah jurusan yang penting bisa menikmati apa hasilnya kemudian.
Di atas langit ada langit. Tidak ada sesuatu yang paling hebat dan jago di dunia ini. Semakin besar ambisi kita mengejar mimpi semakin besar pula usaha dan modal yang kita butuhkan untuk meraihnya. Sekian dulu ngoceh saya, mohon dikoreksi jika banyak yang salah.
Salam Kreatif!!
Postingan Terkait:
- Jangan Lupakan Bahasa
Dalam tataran praktis, sebagian desainer (grafis) mengaku kurang peka terhadap bahasanya sendiri. Contoh sederhana misalnya dalam penyusunan kalimat, pemenggalan kata,... - Rahasia Magang di Perusahaan (Bukan Tulisan Serius)
Gambar diambil dari corbis.com Jika Anda kuliah mengambil program S1 pada pertengahan semester nanti biasanya akan mendapatkan program magang.... - Jangan Takut Bermain Kata; Desain Typetees gantibaju.com
Mana yang lebih sukar menurut Anda saat mendesain kaos; merangkai kata? Ataukah membuat gambar? Dua-duanya adalah sukar jika kita menganggapnya... - Sekilas Tentang “Tulisan Jawi”
Beberapa hari yang lalu saya sempat chat di facebook dengan Pupu, teman saya cewek dari Brunei yang sedang menempuh pendidikan... - Jangan Takut Mencoba
Sketsa digital ini hanya karya iseng saya saja. Saya buat dengan program olah foto, Adobe Photoshop. Tool utama yang digunakan...






Ada 17 comments
¬ Uchan
#2937 February 3rd, 2009 at 9:17 pm
Suhu antown, tolong terawang saya…
Saya suka sekali ngupil
, kira2 ntar bakalan jadi apa…
terimakasih suhu
¬ Uchan
#2938 February 3rd, 2009 at 9:20 pm
Astaga, saya bisa pertamaXXX di blog mastah design
jangan pada ngiri yah
hohohoho
¬ gelargelar
#2939 February 3rd, 2009 at 9:24 pm
wahaha bener, kang. bener bgt. saya yang sekarang punya bakat lain akibat eskul semasa skolah dulu
¬ ndop
#2940 February 3rd, 2009 at 10:20 pm
enek benere kuwi town..
aku biyen seneng nggawe spanduk acara-acara.. trsu ketagihan sampe saiki.. wekekeke…
¬ fenny
#2941 February 3rd, 2009 at 10:48 pm
kalo urusan design aku nyerah… tapi urusan ngeblog, hayuk dah…
¬ nita
#2942 February 3rd, 2009 at 11:03 pm
yup. ambisi dan usaha sama pentingnya. ambisi tanpa usaha sama aja dg omdo
*makanya beralih ke animasi ya?*
¬ budiOno
#2943 February 3rd, 2009 at 11:08 pm
tulisan SELAMAT datang pake bahasa arab itu SALAH.
¬ Ullyanov
#2944 February 4th, 2009 at 3:01 am
“…salah jurusan.”
Tak ada yang salah jurusan atau nyasar selama itu merupakan bagian dari aktualisasi kedirian kita sebagai manusia. Manusia adalah mahluk universal. Ia bisa menjadi apa pun untuk mengaktualisasikan potensi dirinya. Itu adalah fitrahnya sebagai manusia. Membatasi ruang gerak manusia pada satu ruang tertentu berarti mengkhianati kemanusiaan itu sendiri.
¬ suryaden
#2945 February 4th, 2009 at 5:01 am
halah …
aku mbaca semuanya…
¬ benazio
#2946 February 4th, 2009 at 7:12 am
walah apaan ini ? hahaha ..
gue .. suka design .. karena .. suka mikir yang aneh2 yang orang laen ga mikirin, tapi kadang bingung gimana visualisasiinya hoho
¬ Bang Aswi
#2947 February 4th, 2009 at 8:15 am
Kendati saya termasuk yang salah jurusan (Farmasi tapi nge-job di desain, nulis, dan edit) tetapi saya tidak percaya dengan SALAH JURUSAN. Kita sendiri yang memutuskan untuk meneruskan atau tidak. Soal job saya yang jauh dari pendidikan formal, itu hanyalah kelebihan saya menguasai beberapa bidang, dan ternyata itulah yang eksis sampai sekarang. Wallahu’alam.
¬ ernut
#2948 February 4th, 2009 at 8:19 am
karna gak boleh baca ya saya gak brani baca…saya orang baik2…
¬ ridu
#2949 February 4th, 2009 at 1:34 pm
iya yah.. kampus ku aja fikom mahasiswanya jadi sama besar sama yang FTI (doh)
¬ achoey
#2950 February 4th, 2009 at 2:07 pm
dan kadang kesuksesan kita terukur dengan seberapa besar keberanian kita
¬ cebong ipiet
#2951 February 4th, 2009 at 4:39 pm
ga tak woco…
hidermu iku makhluk opo town
¬ casual cutie
#2952 February 4th, 2009 at 9:05 pm
wah kalo saya mah ambil jurusan sipil malah melenceng ke fashion desainer. maunya sih…masih di alam mimpi nih krn butuh modal besar buat jd fashion desainer.
¬ presy__L
#2953 February 4th, 2009 at 9:30 pm
wah..klo berhubungan dengan organisasi berarti gw calon pekerja di media dong ?? secara kerjaannya *dah disebutin si* cetak mencetak newsletter..berhubungan ma banner atau spanduk..haha..
tapi tetep mau kerja sesuai jurusan kuliah ah..sayang