-
2
Oct -
Jadilah Desainer Pintar
- With 4 comments
Desainer dan Karyanya
Siapapun yang ingin serius terjun dalam bidang desain sebaiknya mempunyai banyak modal, baik modal finansial, pengalaman, maupun modal wawasan (tentang banyak hal). Dengan modal yang cukup itu maka desainer diharapkan mampu menghadapi segala tantangan yang ada.
Menciptakan sebuah desain inovatif bukanlah hal yang mudah. Semakin banyak referensi yang dimiliki maka semakin mudah baginya untuk menciptakan sesuatu. Referensi tersebut bisa didapat dari buku, internet atau bahkan langsung dari alam sekitar. Maka tidak heran jika dewasa ini para desainer mulai mengenal istilah ATM yang sebenarnya singkatan dari Amati, Tiru, dan Modifikasi.
Istilah ATM sendiri memang benar adanya. Melalui pengamatan, peniruan dan modifikasi itulah manusia melakukan proses yang disebut dengan ‘belajar’. Ya, karena belajar itu berarti mempelajari dari sesuatu yang sudah ada kemudian mengembangkannya.
Untuk menciptakan desain yang berkualitas, maka seorang desainer wajib mengasah diri dan senantiasa berlatih. Karena negeri ini lebih membutuhkan desainer yang multi talenta. Siap pakai dan sanggup menciptakan ide gila.
Fenomena Distro Bandung
Pada zaman yang dikenal dengan dunia pop seperti saat ini, setiap manusia cenderung ingin beda saat tampil di depan publik, mereka tidak ingin dirinya disamakan atau mirip dengan yang lain. Misalnya saja dalam hal pakaian, mereka (baca: anak muda) lebih percaya diri kalau pakaian yang melekat di badan adalah produk yang diproduksi terbatas atau limited.
Fenomena sosial ini ternyata telah dilirik dan dimanfaatkan oleh sejumlah orang atau komunitas sebagai lahan basahnya, contohnya dengan membuka bisnis distro. Istilah distro adalah penyebutan toko fashion yang menjual pakaian, aksesoris dan sejenisnya dengan merek sendiri.
Kota Bandung barangkali bisa disebut pilot project bisnis distro ini. Kota ini cukup memberikan semangat bagi anak muda yang ingin kreatif dan belajar sembari berwirausaha. Perkembangan distro yang cukup pesat di kota ini menjadikan Bandung kian bergeliat. Muncul banyak karya dengan desain yang menarik, yang siap bersaing mencuri perhatian publik.
Mengingat bisnis ini cukup memberikan gairah baru dalam sektor ekonomi kreatif maka segmentasi juga tidak kalah penting untuk dipelajari. Banyak distro kemudian membidik pasar khusus ke mahasiswa, tapi ada pula yang lebih spesifik misalnya khusus wanita muslimah.
Desainer dituntut jeli melihat peluang dalam melihat sebuah kecenderungan anak muda dalam hal berpakaian. Desainer juga harus mampu menciptakan tema sesuai dengan segmen pasar yang telah dibidiknya.
Peran Desainer
Setiap tahun negeri ini melahirkan ratusan desainer baru yang siap terjun di dunia industri kreatif. Mereka dilahirkan dari perguruan tinggi ataupun lembaga pendidikan setara diploma atau mungkin sarjana.
Sebagai desainer yang hidup di Indonesia sebaiknya kita juga tidak melanggar aturan umum (baca: etika) yang berlaku. Beberapa diantaranya adalah; (1) Desainer harus berani berkompetisi secara sehat baik di dunia nyata maupun maya. (2) Desainer harus berani memasang harga terhadap karyanya sendiri serta tidak merusak harga di pasaran. (3) Desainer tidak boleh mengambil karya orang lain tanpa ijin apalagi mencuri dari sumber lain dan menjadikannya sebagai karya komersil.
Lalu bagaimana dengan kewajiban desainer? desainer wajib belajar dan terus belajar—dari apapun, kapanpun dan siapapun. Seorang desainer juga harus bisa memberikan karya terbaik kepada kliennya. Lalu yang tak kalah penting, desainer harus memberikan edukasi kepada masyarakat baik secara oral maupun visual.
Ini penting mengingat masih banyak masyarakat yang belum melek desain. Ada yang mengerti desain tapi belum mampu menghargai desain dalam arti sesungguhnya. Sungguh menciptakan desain itu butuh pemikiran, butuh kreatifitas dan kerja keras. Maka tidak masuk akal jika karya yang sudah kita ciptakan ternyata tidak mendapat simpati masyarakat.
Salam kreatif!!
Postingan Terkait:
- Yok Jadi Desainer
Menjadi seorang desainer bagi saya adalah sesuatu yang menyenangkan. Mengapa? Karena menjadi desainer berarti berkesempatan untuk merancang sesuatu dari yang... - Gelar Desainer dan Seniman
Dalam dunia akademis, seseorang akan mendapatkan gelar sarjana jika telah melaksanakan kewajiban masa studinya—menyelesaikan sekian SKS (Satuan Kredit Semester), telah... - Xtra: Lowongan Desainer
Ada titipan lowongan desainer grafis yang ingin saya sampaikan. Datangnya dari teman saya yang bekerja di Majalah Swa, berlokasi di... - Untuk Indonesiaku, Untuk Bangsaku
Saya sedang tertantang untuk mengikuti kompetisi desain kaos yang diadakan oleh web http://gantibaju.com. Disana desainer diajak untuk menciptakan karya desain... - Selera dalam Desain
Saya bisa katakan bahwa mendesain itu adalah hal yang sulit. Dapatkah Anda membayangkan bagaimana masalah yang dihadapinya? Mendesain berarti membuat...






Ada 4 comments
¬ Joni Balbo
#5595 October 3rd, 2009 at 5:05 am
wew.. makin rajin posting n makin kritis aja bos, salut..!
Niteni, Nirokke, Nambahi, tentu konsep disitu bukan hanya sekedar 3N semata, untuk menjadi karya yg bnr2 hebat,butuh pemikiran, butuh kreatifitas dan kerja keras, dan ini bukan untuk desainer saja, berlaku untuk blogger juga.. betul kan? hehe..
- – -
wew, ada istilah baru ya. 3N?? keren. makasih bro Jon
¬ kenyo
#5596 October 3rd, 2009 at 8:04 am
kayaknya saya yg ketiga tuh.. senengnya modifikasi aja, oh iya kalo jenis & merk hardware yang dipake sama mas antown saat ini apa aja ya? bagus jg tuh buat referensi yg lain
¬ antown
#5597 October 3rd, 2009 at 8:26 am
@kenyo: hardwarenya? hmmm. kalo di kantor sih pake iMac. komputer Macintosh itu bagus buat desain grafis. Semakin canggih komputer maka semakin mendukung kinerja kita. Tul kan? hehe
¬ Software UM
#5730 October 14th, 2009 at 4:27 pm
butuh pemikiran keras nih..
bolehlah.