-
11
Mar -
Hejis itu Heru Puji Winarso
- With 13 comments
Pertama kali mendengar kata “Hejis”, kuping saya belum mengenal siapa pemilik nama itu. Nama Hejis yang selanjutnya adalah akronim dari nama Heru Puji Winarso yang hari ini sudah menginjakkan alam pikirannya ke jagad maya.

Beliau adalah seorang penulis buku sekaligus pengajar (baca: dosen) di salah satu kampus swasta di Kota Arema, Malang. Saat saya masih menjadi mahasiswanya dulu, saya banyak memberikan simpati kepadanya. Rupanya dari tatap muka awal kali itu saya sudah “klepek-klepek” dengan kebersahajaannya.
Acungan jempol selalu saya berikan tiap kali ada perkuliahan. Pada beberapa mata kuliah telah disampaikan dengan baik dan (mungkin) sering membuat saya terpancing untuk membuka ruang diskusi dan mengkaji lebih dalam tentang ilmu komunikasi.
Beliau mempunyai cara khas saat mengajar. Mahasiswa dibuat santai dan tidak tegang. Mata kuliah yang berat justru bisa dikemas secara ringan dan terkadang muncul saja bahan untuk ditertawakan. .
Dunia yang ternyata sempit ini mempertemukan kita kembali. Tidak penting siapa yang pertama kali berkenalan dengan blog, karena bagi saya bertemu (kembali) dengan seorang guru itu sudah luar biasa karena saya dapat lagi menimba ilmu.
Sebagai seorang mahasiswa yang cupu, saya bisa mengambil banyak belajar darinya terutama ilmu ikhlas dan istiqomah. Bayangkan saja, ilmu yang dimiliki ikhlas dibagi setiap hari, ratusan pertanyaan dari mahasiswa yang awalnya tidak paham akhirnya menjadi mengerti. Dan itu berlanjut hingga hari ini yaitu di dunia maya.
Saya memang nakal, terlalu banyak (mungkin) kicauan saya yang membuat kelas tiba-tiba menjadi membosankan. Tapi sungguh, itulah yang kemudian mengantarkan saya hingga sekarang. Mereka yang dibelakang berujar, “Town, ojo kakehan takon, ben ndang cepet mulih” (Town, jangan banyak bertanya, biar cepat pulang).
Kehangatan dan kedekatan dengan beliau masih saya rasakan hingga sekarang meski kita berdistansi. Barangkali ini hanya sugesti. Tapi ruang dan waktu dalam ruang maya ini seakan membawa kita bersatu kembali. Itulah teori global village.
Belajar ilmu komunikasi memang tak ada ruginya. Pantas saja dalam prakteknya banyak kampus baru yang membuka jurusan ini. Secara kuantitas, jumlah mahasiswa komunikasi hari ini cukup signifikan. Mereka tumbuh subur bak jamur di musim hujan.
Semoga modal secuil ilmu komunikasi yang saya terima dari Hejis bisa saya kawinkan dengan mainan baru saya sekarang, yakni visual. Saya ingin juga istiqomah melahirkan karya komunikasi visual dengan perspektif saya sendiri. Semangat!!
Salam kreatif!!
Postingan Terkait:
- Sahabat Mayaku, Pupu
Perkenalkan sahabat maya saya. Nama aslinya sih Rawini, tapi entah kenapa dia lebih suka dipanggil dengan “Pupu“. Cewek ayu dari... - Permasalahan Karya
Lebih dari sepuluh tahun yang lalu guru saya pernah menorehkan kata-kata makian dalam kanvasnya sebelum lukisannya jadi. Kalimat tersebut penuh... - Qualitas Kartun Augustin Sibarani
Pernah mendengar nama Augustin Sibarani? beliau adalah salah satu tokoh yang lahir 83 tahun yang lalu. Di usianya yang... - Kenapa
Kenapa ngeblog? Karena ngeblog itu menyehatkan otak kita. Otak diajak berpikir dan menciptakan kreativitas. Ngeblog juga bisa mendatangkan banyak... - Quality or Quantity
Kualitas dan kuantitas. Berbicara soal dua kata ini apa yang ada dalam benak kita?? Sudah tahu alur tulisan ini akan...






Ada 13 comments
¬ Bahtiar Baihaqi
#3445 March 11th, 2009 at 12:25 pm
Petromaks (masih ada gak ya lampu jenis ini).
Nah, gitu, kacang gak lupa lanjaran/kulit. Pokoke apresiatif ma orang yang telah berjasa. Salut buat kedua2nya.
¬ ridhoyp
#3446 March 11th, 2009 at 3:27 pm
Whoah.. guru adalah guru.. jangan pernah melupakan mereka.. karena mereka yang telah membuat kita lebih pintar dari mereka sendiri.. loveguru
¬ Hejis
#3447 March 11th, 2009 at 3:50 pm
Wadoh, wadoh… mas. Ternyata cintamu padaku begitu mendalam ya…hahaha…
Btw, yang lain jangan begitu aja percaya deh tentang hal yang kelihatannya membaik-baikkan saya…
Tapi saya sungguh terharu dikenang oleh para mitra diskusi di kelas yang akhirnya pada lulus dan berkarya dengan hebat, melebihi saya sendiri. Saya bangga padamu mas Antown dan juga yang lain-lain. Terima kasih ya, semoga cinta kita abadi…wkwkwkwk…
Salam kreatif!
¬ zenteguh
#3450 March 11th, 2009 at 6:13 pm
salam kenal pak Hejis, Ilmu Anda telah melahirkan Mahasiswa luar biasa…
¬ Uchan
#3451 March 11th, 2009 at 8:46 pm
jadi kepengen ketemu yg bersangkutan
¬ emfajar
#3452 March 11th, 2009 at 11:54 pm
klo gurunya asik pasti akan selalu berkesan buat kita
¬ suryaden
#3453 March 12th, 2009 at 8:49 am
saya boleh kan nongkrong di sana… ijin dulu
¬ thegands
#3454 March 12th, 2009 at 9:16 am
bakti murid kepada guru lewat review…
¬ okta
#3455 March 12th, 2009 at 10:50 am
widiw, murid yg baik, mengingat gurunya..
¬ byme
#3456 March 12th, 2009 at 11:04 am
sekarang jadi tahu setelah dikasih tahu
byme
¬ sawali tuhusetya
#3457 March 12th, 2009 at 11:35 am
wow… ternyata yang bersembunyi di balik username hejis itu bung heru, wah, baru tahu saya, makasih infonya, mas anto. nama heru sudah sering saya dengar sih soalnya.
¬ aRai
#3461 March 12th, 2009 at 11:29 pm
salam …
BUDHAL
¬ Edi Psw
#3465 March 13th, 2009 at 4:08 pm
Memang enak kalau diajar dosen seperti itu.