-
26
Nov -
Gambaran Transjakarta
- With 17 comments
Naik kendaraan umum transjakarta sangat menyenangkan. Selain harganya murah fasilitasnya juga cukup nyaman. Anang mengatakan, “ cukup tiga lembar ribuan dan satu keping lima ratusan”. Jarak yang jauh tidak membuat kita jenuh. Pasalnya, kendaraan umum ini punya jalur sendiri yang kalau di tulis dalam bahasa Inggris disebut busway.
Dari sini kita bisa tahu busway adalah nama lintasan, bukan nama kendaraan atau angkutan. Kalau transjakarta?? itu baru sebutan yang tepat. Jadi jangan kita salah paham atau salah penafsiran dengan istilah ini. Seandainya nanti ada jalur sendiri untuk becak, maka akan ada istilah becakway.
Meski hampir semua halte busway pernah saya lewati, tapi saya tetap belum bisa menghapalnya satu persatu. Soalnya terlalu banyak sih. Pada masing-masing halte itu punya ciri khas masing-masing. Di Halte Harmoni (Jakarta Pusat) misalnya, disana adalah pusatnya ratusan manusia berkumpul mengantri. Mereka menunggu bus datang dan mengantarkan mereka ke tempat tujuan.

Saat mengantri, saya punya kebiasaan mengamati—lingkungan sekitar. Mulai dari perilaku penumpang sampai dengan tata ruang interiornya. Ada hal kecil yang ternyata menyita perhatian saya kala itu yaitu sebuah papan informasi yang didesain mirip bus tampak depan. Unik ya?!!…
Tapi sayang sungguh sayang, fasilitas publik ini tak terjaga kondisinya. Tulisan informasi sama sekali tak ada, justru vandalisme dan stiker yang merajalela entah ulah siapa. Jelas ini mengurangi estetika dong. Saya mau protes tapi tidak tahu caranya. Untuk sementara melalui blog ini saya hendak mengajak kita sekalian untuk senantiasa menumbuhkan kesadaran menjaga fasilitas yang ada. Kalau fasilitas tersebut rusak misalnya, siapa coba yang bakal dirugikan—sementara kinerja pemerintah tetap lamban dalam penanganan.
Perlu kita sadari; penyesalan tak ‘kan membawa arti jika kita tak mau berubah sejak dini.
Salam Kreatif!!
Postingan Terkait:
- Penumpang Bus Transjakarta
Dalam perjalanan menuju Monas, Jakarta, kalau dari Serpong, Tangerang, saya lebih memilih menggunakan busway saja. Meski ada alternatif lainnya yakni... - Tipografi Bajaj
Kendaraan alternatif lain buat mudik adalah Bajaj. Seorang pengendara roda tiga mengatakan mereka lebih bisa menghemat uang karena biaya pengeluaran... - Indahnya Arus Liar Citarik-Sukabumi
Padatnya kerjaan tidak membuat kami menggagalkan rencana awal. Awal november kemarin kami memilih liburan di arung jeram. “Arus Liar” nama... - Universitas Tarumanegara
Beberapa waktu yang lalu saya bersinggah ke kampus Universitas Tarumanegara atau disingkat Untar. Kampus yang terletak di daerah Jakarta Barat... - Beriklan Hemat Tapi Gak Tepat
Pengangguran hari ini mengeluh, mereka mengatakan susah mencari kerja dimana-mana. Ijazah SMA yang mereka miliki kini tak lagi bisa dipergunakan...






Ada 17 comments
¬ gajah_pesing
#1566 November 26th, 2008 at 1:28 am
alhamdulilah…saia akhirnya isa naik 3 kali lho….
¬ lintang
#1569 November 26th, 2008 at 5:19 am
aduh.. jadi pingin aku blm pernah naik loh.. hbs di Malang gak ada.
¬ Frenavit Putra
#1570 November 26th, 2008 at 5:41 am
wehehehe Kemarin itu pengalaman pertamaku naik Busway lho mas… Tapi ya gitu… Jika di rawat dengan bener dan baik pasti tidak menutup kemungkinan bakal mengurangi kemacetan di Jakarta…. Cos semua pada melirik Busway sebagai alat transportasinya…
¬ lala
#1571 November 26th, 2008 at 5:55 am
gw suka naik busway… dulu!!!
skrg???.. aga males lah..
¬ Ramon
#1572 November 26th, 2008 at 6:02 am
Sesuatu yg indah itu memang harus selalu dirawat biar tetap indah…
¬ Alex
#1575 November 26th, 2008 at 7:58 am
kita semestinya harus menjaga..
pa kahabr neh mas Antown? udah lama sy nggak maen ke blognya ternyata udah pindah ya??
¬ cena
#1576 November 26th, 2008 at 9:00 am
selalu pake montor mas
ngirit ongkos
lagipula ciledug nda ada baswei
¬ dee
#1577 November 26th, 2008 at 9:27 am
seumur2 sy br skali naik transjakarta.. dari depan plaza semanggi sampe blok m.. busway di depan ktr sy di kb lama udah jd dr kapan tau tp blm beroperasi juga. moso ga ada bis-nya.. piye to..
¬ masDan
#1578 November 26th, 2008 at 9:52 am
Jeli juga Pandangan Mas Antown …
¬ Iman Brotoseno
#1579 November 26th, 2008 at 10:18 am
mudah mudahan nanti ada MRT…kayaknya bus way sudah hampir mirip bus biasa di jalur cepat
¬ Rita
#1580 November 26th, 2008 at 11:55 am
Waktu cuti taun kemarin aku balik Jakarta. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, busway jadi pilihan untuk nganter ku ke Amcol dan Mangga dua. Cuma sayang dari cililitan – Blok_m blum ada. Enaknya naik transJakarta, bebas hambatan, murah dan adem tentunya….
¬ aR_eRos
#1581 November 26th, 2008 at 12:43 pm
*kucek-kucek mata* ada stiker yang promosi blog ndak ya?
patut disayangkan juga ya, fasilitas baru bukan didukung malah ‘dirusak’ dengan penempelan dan oret2an.
¬ aR_eRos
#1582 November 26th, 2008 at 12:46 pm
wah lama ni ndak maen kesini. begitu meluncur sampai sini, kaget bukan main template telah berubah total. yang dulu terang benerang jadi gelap gulita kayak punya sayah. mata langsung tertuju pada pelangi nan silau, sip mas.
¬ ozant
#1583 November 26th, 2008 at 1:05 pm
bener emang busway tu bagus buat sarana transportasi, jadi perlu dirawat dengan OK.
¬ lani
#1584 November 26th, 2008 at 2:42 pm
yang rugi kita sendiri..
padahal fasilitas ada bukan cuma untuk digunakan, tapi juga untuk dirawat..
setuju…!!!
¬ dita_disini
#1676 November 29th, 2008 at 12:55 pm
dita suka naik buswae… kalo patas langganan tidak lewat2 setelah 15 menanti, dita akan naik buswae ke kampus… lumayan banget dengan ongkos yang murah, bisa nyampe di depan kampus langsung (halte sumber waras…), tapi ya itu dia… haltenya kadang2 suka jorok dan tidak terpelihara…
tapi ada bagusnya loh… yg tadinya jembatan penyebrangannya gelap gulita, gara2 di jadiin sarana buat transjakarta, jadi ada lampu dan ada atapnya…
¬ kita
#1682 November 29th, 2008 at 4:09 pm
hei..hei..kata2 yang terakhir itu..hahaha..benar2 menusuk saiah..
spertinya memang benar..penyesalan gak guna,,jika kita gak mau berubah sejak awal…
hemmmhh… *menyesali diri sendiri*