ad

Bagi seorang pelukis, sket akan mempunyai peran penting karena ia menjadi awal terciptanya sebuah lukisan. Sedangkan bagi seorang desainer atau ilustrator, sket akan memudahkannya dalam merancang suatu produk atau karakter.

Saat ini sket sendiri semakin berkembang. Selain dianggap sebagai karya seni, sketsa juga bisa berfungsi untuk mendokumentasikan apa yang ada di sekitar kita–misalnya saja di pengadilan (ini terjadi kalau di luar negeri sementara di Indonesia sendiri saya belum pernah menyaksikan).

Apa yang dilakukan oleh Indonesia Sketcher’s (IS) adalah sama dengan apa yang sudah saya sebutkan. Kita (baca: komunitas IS) ingin mengabadikan dan mendokumentasikan (melalui web/blog) dari fenomena yang kita rasakan. Mengapa? tujuannya supaya dunia tahu, bahwa banyak hal indah dan penting untuk diketahui, dikaji dan diapresiasi.

Muluk-muluk tujuannya?? tidak saya rasa. Karena IS sendiri lahir setelah terinspirasi dari urbansketcher.com, sebuah blog yang menampilkan sket karya seniman sedunia. Dalam IS sendiri kita juga akan belajar bersama. Dari yang gak bisa menjadi bisa, dari yang bisa menjadi terbiasa. Saling berbagi, saling mengisi. Begitu indah…

Jika karya sketsa sedemikian pentingnya, maka dari itu anggota IS diharapkan mempublish karyanya (bagi yang sudah terdaftar sebagai anggota di group facebook). Karya sketsa yang dimaksud adalah yang bukan hasil imajinasi dan ataupun karikatur. Akan lebih baik jika karya tersebut diberikan keterangan teknis pembuatan (semisal alat dan bahan yang dipakai) dan sedikit caption atau deskripsi untuk penjelasnya.

Selain karya sketsa, mereka juga diharapkan bisa mendokumentasikan lokasi yang mereka amati. Tujuannya adalah untuk mengkomparasikan (baca: sebagai bahan perbandingan) supaya orang lain bisa mengapresiasi dan mempelajarinya. Sebagai contohnya perhatikan beberapa gambar di bawah ini.

Foto: depan mall WTC Serpong, Tangerang

Sketsa di lokasi depan WTC Serpong. Menggunakan KIKY Sketchbook ukuran A5. Pewarnaan: Sakura-KOI Water Colors. Outline: Uni Pin.


Tampak detail. Foto menggunakan kamera HP sehingga kualitas tidak maksimal.

Tips mendokumentasikan foto di lokasi:

  1. Ambil gambar sekitar pukul 9-11 siang atau pukul 15-16 supaya mendapatkan pencahayaan yang baik
  2. Pastikan langit cerah, tidak mendung atau hujan salju (haha, sejak kapan Indonesia bersalju)
  3. Gunakan kamera yang bagus semisal DSLR. Kamera HP bisa digunakan jika dalam keadaan terpaksa
  4. Perhatikan lokasi sekitar, apakah mengambil gambar ini dilarang atau tidak. Malu dong kalau ditegur pihak keamanan atau tiba-tiba kita dikejar anjing

Artikel di atas hanya dipandang dari perspektif saya saja. Silakan ditambahkan jika Anda bersedia–supaya tulisan ini lebih bermanfaat. Oya, buat pengunjung setia blog ini jika ingin bergabung bisa klik di sini.

Salam kreatif!!

Postingan Terkait:

  1. Virus Sketsa yang Melanda
    Selasa, seminggu yang lalu saya silaturahim ke rumah saudara di Serang Banten. Berangkat dari Tangerang sore hari, sepulang dari kantor...
  2. Hasil Sketsa
    Di bawah ini adalah hasil beberapa sket saya selama di Surabaya. Sementara baru 3 (tiga) sketsa dulu yang bisa saya...
  3. Membuat Sketsa di Jalanan dan Permasalahannya
    Saat kita hendak membuat sketsa langsung di lokasi tentunya akan dihadapkan beberapa permasalahan. Apa sajakah masalah itu? Pada tulisan...
  4. Mendokumentasikan Pesta Blogger dalam Sketsa
    Pesta Blogger 2010 dihelat di Menara Epicentrum, Kuningan, Jakarta Pusat pada tanggal 30 Oktober 2010. Selaku anggota KBBC (komunitas Bloger...
  5. Menggambar Sketsa
    New quick sketch!! Beberapa koleksi gambar sket baru yang saya buat dengan media yang berbeda. Keterangan (atas-bawah): Mobil sedan hyundai...
ad

Ada 10 comments

Name (Req)

E-mail (Req)

URI

Message
ad ad

Halaman

Link