ad

Desain di atas menggunakan program Macromedia FreeHand MX. Mohon untuk tidak mengcopy demi tujuan komersial. Untuk pemesanan desain khusus silakan menghubungi saya via email.

Saya bukan seorang perancang busana, saya bukan Antown yang “Gunawan”. Saya Antown yang pekerjaan sehari-harinya merancang grafis, bermain kata-kata dan bermain rupa. Dimana letak perbedaan perancang grafis dan perancang busana?

Perancang grafis mengekspresikan idenya dalam bentuk grafis-visual atau gambar. Permainan bentuk, warna atau garis bisa sebebas-bebasnya—selanjutnya tinggal diaplikasikan ke media yaitu pakaian jadi. Sementara perancang busana pekerjaannya merancang pola, bentuk atau mode pakaian yang bagus dan proporsional atau bahkan kontroversial. Tergantung kebutuhan saja. Apakah model pakaian itu untuk dipamerkan saat show, ataukah untuk dipakai sehari-hari.

Mana yang lebih bebas dalam hal menuangkan kreativitas kita? Semuanya saya pikir sama, tergantung bagaimana kita menyatukan ide dan tindakan kita saja. Artinya, begitu ide muncul jangan main tunda. Jangan ada kata “sebentar dululah…”. Segera kerjakan atau minimal buatlah catatan kecil pada kertas rokok, hape atau mungkin pada tangan kita jika memang terpaksa. Tapi jangan lupa dibersihkan biar nggak disangka tato nantinya hehehe. Ide itu mahal, ide itu kadang liar. Datang tidak disangka dan kadang tidak bisa dipaksakan.

Di Indonesia, Industri kreatif ini semakin pesat perkembangannya. Kita bisa lihat pusat mode Indonesia, Kota Bandung misalnya. Anak muda disana bisa memadukan kreatifitas perancang busana dan perancang gafis. Mereka berani melawan arus, mendobrak mainstream desain kaos pada umumnya (baca: yang sudah ada). Kemudian mereka mendirikan distro, dan dikelola secara profesional.

Inilah yang kemudian membuat saya tertarik untuk mengamati bagaimana perkembangan tren/mode desain kaos saat ini. Pertanyaan kemudian, sampai kapan budaya (pop) ini akan bertahan? Apakah dia berhasil menggeser budaya yang sudah kuat mengakar? Ataukah justru mati dimakan usia pada usia yang masih muda?

Postingan Terkait:

  1. Cara Kreatif Mengemas Portfolio
    Mengemas portofolio sebagai lampiran surat lamaran desainer grafis ternyata bisa dilakukan dengan beberapa cara. Mau tahu bagaimana cara menyajikan portofolio...
  2. Yok Jadi Desainer
    Menjadi seorang desainer bagi saya adalah sesuatu yang menyenangkan. Mengapa? Karena menjadi desainer berarti berkesempatan untuk merancang sesuatu dari yang...
Tags:
Category: Gambar Sketsa
ad

Ada 10 comments

Name (Req)

E-mail (Req)

URI

Message
ad ad

Halaman

Link