ad

Pengalaman pertama mengikuti Pesta Blogger (PB) 2008 sungguh menyenangkan. Banyak pengalaman seru dan lucu yang ingin saya ceritakan.

Sore sebelum acara, saya janjian sama Blogger Surabaya atau TPC (tugu pahlawan dot com) di wetiga atau kantor dagdigdug untuk ambil tiket. Hadir juga disana Epat dan Kyai Slamet. Usai menunaikan shalat magrib di mushalla depan pertigaan langsat II, kami melanjutkan perjalanan ke BHI.

Bak bonek beneran, kami yang berjumlah 10 orang (anang, gajah pesing, arul, freenavit, cisthouse, mantan kyai, kyai slamet, epat, wong bagoes dan saya) bergerombol membajak metromini 72 itu. Penumpang mobil seperti keherananan melihat kita. Mungkin mereka berpikir, ini orang dari kampung mana sih? Hahhaa…

Tidak berhenti sampai disana cerita lucu ini. Selanjutnya kami naik bus transjakarta dari halte blok M arah BHI. Karena tempat duduk yang tersedia sudah penuh sebagian dari kami terpaksa mau tak mau harus berdiri. Sembari menghibur diri, blogger sadar kamera ini pun bernarsis ria dalam bus. Edan!! Hahaha. Ceklik… klik. Asyik…, Mak saya ada di Jakarta nih…

Tidak Ada Kata Sepi di BHI
Awalnya saya mengira kedatangan kami di BHI terlalu dini karena jarum jam belum menunjukkan pukul 21.00 WIB. Tapi setelah menginjakkan kaki disana, tampak puluhan blogger sibuk menyiapkan acara yang selanjutnya disebut “Muktamar Blogger II itu”. Istilah ini dipakai untuk menyambut malam sebelum hari H.

Kami saling berkenalan satu sama lain. Banyak lho wajah yang belum saya kenal. Kalaupun kenal wajah kadang saya yang suka lupa namanya. Hahaha, wajar nggak sih?

“Kita butuh tenaga untuk ambil konsumsi, siapa yang mau ikut?”, ucap salah seorang blogger BHI. Rama maju dan “nyeret” saya. “Ayo, Town, melu!”. Kami mengeluarkan sejumlah makanan dari mobil itu. “Lho kok ada sepeda lipat juga dalam mobil? Mantap ya, Ram”, ucap saya. “Sadisss…, itu baru sepeda namanya. Bisa 4 jutaan itu harganya, Town”, tambah Rama. Kami membawa kardus yang berisi makanan itu dikumpulkan jadi satu di tempat kumpul tadi.

Selain kenalan dan makan-makan cemilan (berat), kami disana juga mendapatkan oleh-oleh buat dibawa pulang. Sebuah kaos hitam, satu buku, dan satu tabloid persembahan dari Wahid Center. Semua yang datang dapat jatah, satu persatu blogger dari komunitas yang hadir tak menyia-nyiakan kesempatan malam itu.

Sekitar pukul 22.00 WIB datanglah mobil sedan hitam legam, mulus mengkilat. Cahaya gedung Plaza Indonesia dan sekitarnya membalur indah seluruh permukaan catnya. Yenny Wahid atau lebih akrab dipanggil Mbak Yenny datang bersama seorang pengawalnya.

Dalam dialog singkatnya dengan teman-teman blogger, saya menyimpulkan dia cukup apresiatif melihat perkembangan blogger Indonesia yang kian pesat dalam waktu dua tahun ini. Yenny juga berpesan kepada blogger yang hadir supaya ikut andil dalam mengatasi permasalah yang menumpuk di Negeri ini. Caranya ya dengan membuat posting (baca: tulisan) di blog masing-masing.

Silakan Anda memberikan penilaian sendiri, kenapa malam itu Mbak Yenny hadir. Saya cuma ambil sisi positifnya aja soalnya. Entuk kaos, weteng wareg, mulih (dapat kaos, perut kenyang, pulang). Hahaha. Pragmatis banget saya. Jangan ditiru lho. Mari kita analisis bersama, apakah benar bahwa blogger hari ini sedang ditarik oleh kepentingan kesana dan kemari? Apakah blogger ke depannya tidak bebas berekspresi lagi??

Kembali lagi ke topik pembicaraan. Malam itu kami tidak bisa lama berkongkow bersama teman-teman di BHI karena puncak acara adalah besok pagi. Sayang sekali jika malam itu kita begadang lalu besoknya tepar. Rombongan kami akhirnya pamit duluan. Tak lupa kami mengabadikan momen seru itu.

Pede di BPPT
Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Saya berangkat kesana bersama Iksan, teman blogger satu kantor. Lokasi yang tidak jauh dari tempat saya tinggal kami tempuh dengan jalan kaki. Sehat memang, tapi capek. Secara dari kemarin saya mondar-mandir sejak siang dan malamnya gak bisa tidur.
Gedung BPPT yang beralamatkan di Jl. Thamrin 22 letaknya tidak jauh dari Sarinah. Lokasi mudah dijangkau karena ada halte bus transjakarta dan di berada jantung kota.

Baru registrasi saja saya sudah dapat handbag. Mau tahu isinya? ada tabloid, majalah, bloknot, CD, pin, kaos, laptop case. Mantap deh pokoknya!! Uang pendaftaran Rp50.000 asli gak rugi. Ini pendapat asal saya saja lho.

Biasalah… , sebelum masuk ke ruangan utama (baca: auditorium) saya lirik sana-lirik sini–nunggu teman-teman yang belum pada datang. Di hall itu saya ketemu banyak orang dan salah satunya adalah Ebong yang menyapa saya duluan. “Ton, ksini”, panggil ebong sembari melambaikan tangannya. Eh, disana ada juga blogger TPC yang sudah kumpul. Gak lama lagi kelihatan Cempluk dan khuclukz (blogger TPC juga) yang baru tiba di Jakarta pagi itu, lalu muncul juga Kyai Slamet, Chika, Achie, Presyl, Ichanx, Fenny dan ratusan blogger lainnya yang tentunya belom saya kenal.

Kunci supaya kita enjoy dan menikmati acara tersebut adalah kita harus punya teman. Mau tidak mau kita harus memperkenalkan diri dan membuka identitas kita. Saya pede-pede saja saat itu meskipun tidak membawa komputer lipat atau laptop seperti mereka. Justru kalau bawa malah ribet, dikhawatirkan autis juga nantinya. Pokoknya nggak norak sudah cukup.

Pesta Meriah
Mengapa saya sebut Pesta Blogger 2008 kali ini meriah? Karena jumlah yang hadir katanya lebih banyak dibanding sebelumnya. Antusias pengunjung dari komunitas berbagai daerah telah terbukti. Tampak hadir blogger dari Makassar (Anging Mamiri), Palembang (Wongkito), Semarang (Loenpia), Jogja (Cah Andong), Surabaya (TPC), Bali (BBC), Borneo (BBC), dan beberapa komunitas lain yang saya sendiri masih lupa saat ini.

Pembukaan seperti seremonial biasanya. Ndoro Kakung—selaku panitia—memberikan sambutan, lalu disusul Depkominfo, dan seterusnya. Tepuk tangan meriah juga diberikan khusus kepada mereka yang telah membantu demi kesuksesan acara besar ini. Tak lupa saya ucapkan selamat dan sukses kepada Goen A.K.A Goenrock, yang sudah dipercaya animasi cantik saat pembukaan kemarin itu. Karyamu mantap jeh!!

Sekitar 1200 orang diperkirakan memadati ruangan itu. Mulai dari remaja, dewasa, sampai yang berusia senja bisa saya temukan disana. Di luar auditorium telah disediakan space atau stand untuk sponsor, ada juga background khusus untuk berfoto-foto ria. Saya sudah merasakannya, bagaimana dengan Anda?

Dalam acara ini kita tidak berpesta tanpa tujuan dan sabab-musababnya. Saya pribadi juga tentu tak rela pulang ke rumah tanpa mendapatkan apa-apa. Bukan berarti saya mengincar hadiah lho. Kita disana berkenalan dengan banyak orang yang selama ini hanya kita temukan di ranah maya. Kita disana saling menyapa dan berbagi apa yang kita miliki. Kita juga diajak berdiskusi tentang beberapa topik yang kita minati.

Saya berkesempatan menyimak cerita seru tentang dunia kreatif Raditya Dika saat ngeblog, saat dia mencari ide dan lain sebagainya. Usai diskusi saya menyempatkan diri untuk berfoto bersama.

Kopdarmania
Alhamdulillah, acara berlangsung lancar dan tidak ada kendala yang berarti. Itu menurut pengamatan saya selaku peserta biasa (non panitia). Saya berharap untuk ke depannya acara seperti ini bisa bagus dan lebih kreatif lagi. Tentunya dengan dukungan kita (baca: blogger) semuanya.

Pesta blogger selesai sekitar pukul 18.30 WIB. Semua saling berpamitan, tapi masih ada juga yang masih foto-foto di atas panggung. Itulah blogger dengan kelebihan dan kelemahannya. Suka narsis dan narsis lagi. Hahaha. Kabarnya sih setelah acara tersebut ada yang mau melanjutkan pesta lagi. Namanya “pesta duren” di Kalibata, sama kayak tulisan di kaos mereka. Sebagian lainnya ada yang kopdar lagi di wetiga. Widih… kok kuat ya?? Dasar kopdarmania!! Saya nggak ikut dah kali ini.

Gimana cerita dan pengalaman kamu saat PB 2008 kemarin? Silakan berbagi cerita disini. Bagi yang tidak bisa datang atau berhalangan hadir silakan juga menumpahkan uneg-unegnya di sini juga….

Salam kreatif!!

Postingan Terkait:

  1. Mendokumentasikan Pesta Blogger dalam Sketsa
    Pesta Blogger 2010 dihelat di Menara Epicentrum, Kuningan, Jakarta Pusat pada tanggal 30 Oktober 2010. Selaku anggota KBBC (komunitas Bloger...
  2. Yang Menyenangkan di Pesta Blogger 2009
    Beberapa orang naik ke atas stage, ada Nopy dari TPC, Ina purpleholic dari Makassar, dan beberapa lagi yang lainnya termasuk...
  3. Warna-warni Pesta Blogger 2009
    Pesta Blogger 2009 dilaksanakan pada hari ini, 24 oktober 2009 di Gedung SMESCO-Indonesia, Jakarta. Datang kesana saya langsung registrasi lalu...
  4. Qtemu Juga Akhirnya; Skema Warna Online
    Mengoplos atau mencampur warna bukanlah hal yang mudah. Bahkan untuk mencampur warna pada konteks pewarnaan mobil (baca: otomotif) dibutuhkan...
  5. Mari Berubah, Bawa ke Pesta Blogger
    Anda bisa melihat gambar denyut peta Jakarta di atas?? mengerikan bukan. Apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini. Hujan...
Tags:
Category: Gambar Sketsa
ad

Ada 47 comments

Name (Req)

E-mail (Req)

URI

Message
ad ad

Halaman

Link