Blak-blakan soal Desain Cover Buku Bankir Sesa[a]t

Tulisan yang akan Anda baca di bawah ini adalah tulisan objektif pandangan saya dari kacamata desain grafis. Apa yang saya utarakan tidak bermaksud melecehkan atau merugikan pihak tertentu. Makasih, Ichanx, kau memberiku kesempatan untuk berbicara apa adanya melalui postingan ini.


Awal kali menikmati tampilan desain covernya, saya menyimpulkan desain ini bergaya art nouveau. Sebuah gaya desain klasik yang biasanya menampilkan hiasan dekoratif kurva yang melengkung (baca: tidak kaku) berupa tumbuh-tumbuhan dengan paduan wanita cantik atau mungkin bangunan arsitektural.

Menurut sumber yang saya baca, art nouveau sempat meledak pada tahun 1890 sampai 1905. Menginjak masa modernisasi–dimana mesin menggantikan cara kerja manusia–gaya ini kian tenggelam tergerus zaman. Gaya art nouveau yang rumit (ragam bentuknya kebanyakan detail) tidak mampu jika dikerjakan secara massal apalagi jika prosesnya masih mengerjakan tenaga manusia.

Mengapa desain cover buku ini seperti itu? mari kita telaah satu per satu. Saya tidak tahu persis kenapa sang desainer memilih gaya ini, tapi jika kita membandingkan dengan uang kertas dollar maka kita akan mendapatkan ada beberapa kemiripan. Misalnya penggunaan elemen ornamen (baca: hiasan).

Gambar diambil dari http://upload.wikimedia.org

Jelas, bahwa hubungan desain uang dengan sampul buku ini cukup kuat. Karena isinya tentang kisah seorang bankir yang notabenenya sehari-hari dekat dengan uang. Maka pilihan desain gaya art nouveau saya pikir cukup tepat. Hanya saja saya terganggu dengan pemilihan warna background (latar belakang) yang digunakan.

Saya telah membuktikan, warna background kuning yang saya dapatkan saat ini bukan karena tampilan warna cahaya RGB di monitor saya atau monitor Anda. Setelah saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, warna kuning itu ternyata benar adanya. Terlalu “keras” campuran warnanya. Saya lebih sepakat kalau warnanya lebih soft, lebih lembut, lebih pastel atau pilihan lain misalnya warna krem kecoklatan. Maksud saya supaya kesan yang dimunculkan pada gambar tersebut semakin klasik dan mengena.

Ada hal yang ingin saya sampaikan soal warna background ini. Jika saat ini saya mencoba positive thinking, maka tidak ada yang salah dengan desain covernya. Mungkin sang desainer sengaja mencampur komposisi warna kuning sedemikian rupa supaya mencolok dan mencuri perhatian mata pemirsa atau calon pembeli. Bukankah itu sudah mendapat nilai plus desain covernya?

Tipografi
Pilihan jenis huruf untuk kata “Bankir Sesa[a]t” cukup bagus. Dari jarak sekian meter readabilitynya (daya keterbacaannya) sudah mendapatkan perhatian serius sang desainernya. Warna hijaunya menciptakan keharmonisan. Dia bisa mengimbangi dan memposisikan diri untuk mengisi space yang ada pada bagian atas buku tersebut.

Jenis huruf Serrif atau berkait atau berkaki seperti yang kita lihat pada judul buku ini mempunyai kelebihan tersendiri. Huruf ini bisa membuat mata kita seakan melihat bahwa huruf tersebut satu sama lain seperti terikat (tak terpisah). Itulah kenapa saya menyebutkan bahwa faktor keterbacaan perlu mendapatkan perhatian serius dan peran desainer di sini sudah cukup bagus.

Masalahnya adalah kenapa huruf “A” ke dua pada kata “sesaat” justru dibuat secara manual–menggunakan spidol warna biru di atas kertas putih lalu discan dan ditempel bak kolase? apakah tidak ada cara lain kalau memang ingin dibaca seperti kata “sesat”? saya menilai ada yang aneh di sini.

Ilustrasi
Kembali lagi soal art nouveau. Seperti yang saya tuliskan pada paragraf awal di atas, gaya art nouveau biasanya menggunakan gambar perempuan cantik sebagai ikon utamanya. Cover buku Ini memang sungguh tidak biasa karena justru gambar fotonya Ichanx yang ditampilkan. Apakah ini narsis ataukah supaya dianggap eksis? saya tidak tahu.

Gambar diambil dari http://americancorner.hu/

Gambar dengan pose tangan kanan Ichanx menunjuk ke depan mirip pose paman sam yang biasanya dibawahnya ada tulisan “I Want You” itu. Mari kita amati bersama. Dua-duanya memakai jas warna biru keabu-abuan dengan dasi warna merah. Kenapa musti biru dan merah?? kenapa tidak warna lainnya saja? kita tahu bahwa merah dan biru itu simbolnya bendera Amerika. Ada apa dibalik ilustrasi ini?

Pembedanya adalah pada kepala Ichanx ada culanya, jas yang dikenakan juga lebih rapi, dan Ichanx tidak mengenakan topi. Lalu kenapa ada cula? kenapa warna kulit Ichanx merah? apakah Ichanx digambarkan sebagai sosok yang dimusuhi banyak manusia? Hmmm…, lalu kalau memang ingin ditampilkan menyeramkan justru saya di sini melihat Ichanx kurang sangar. Ichanx masih menyimpan senyum manis.

Teknik ilustrasi juga harus mendapatkan perhatian serius. Karena ilustrasi bisa berbicara seribu bahasa. Kita tidak bisa membuat ilustrasi tanpa filosofi atau tanpa didasari pemikiran yang kuat.

Bisa kita lihat juga pada ilustrasi tersebut, di samping kanan kiri Ichanx ada rangkaian biji padi yang melingkar. Lambang ini sering dipakai untuk desain bergaya popart seperti yang sering kita temukan pada desain-desain fashion untuk distro itu. Sebenarnya tidak ada masalah ketika seorang desainer atau ilustrator mencoba bergaya atau bereksperimen dengan menggabungkan dua gaya seperti art nouveau dan pop art ini.

Lagi-lagi, saya sedikit terganggu dengan penyajian gambarnya. Semuanya elemen visual dibuat dalam bentuk 3D (baca: tiga dimensi) tapi kenapa bentuk padi yang melingkar itu malah dibuat 2D (baca: dua dimensi). Sayang sekali menurut hemat saya, karena prinsip unity atau kesatuan dalam desain menjadi tidak maksimal saat diaplikasikan.

Itulah sedikit review saya tentang desain cover buku “Bankir Sesaat” karya Ichanx ini. Silakan Anda beri komentar sepuasnya. Panjang atau pendek juga tidak masalah. Review ini saya persembahkan untuk kontes sesat blog Ichanx. Sukses ya, Ichanx…

Salam Kreatif!!

Bahan bacaan:
http://kacangtanah.wordpress.com/2008/09/11/art-nouvea/
http://artoxic.wordpress.com/2008/03/11/art-nouveau/
http://lettersfortomorrowtd1.wordpress.com/2008/03/11/art-nouveau/

Postingan Terkait:

  1. Ver…Cover…
    Juli 2008 cover buku ini diterbitkan. Cover buku yang dipakai untuk ICIS (International Conference of Islamic Scholars) ini saya...
  2. Ilustrasi Buku
    Jenis dan kebutuhan ilustrasi buku cukup beragam. Tidak semua buku membutuhkan gambar atau ilustrasi yang realis, proporsional dan atau tampak...
  3. Buku Sket
    Buku sket (sketch book) model dan ukurannya bermacam-macam. Mulai dari yang ukurannya besar hingga ukuran kecil yang bisa dimasukkan kantong/saku...
  4. Hadiah Buku Sket Moleskin
    Sesuai dengan apa yang pernah dijanjikan Saaba–seorang teman dari Malaysia yang rajin berkunjung ke blog visual ini–akhirnya mengirimkan juga buku...
  5. Fyuh, Soal Uang (Lagi)
    Gambar: Koleksi Pribadi ----------------------- Tahu penyebabnya kenapa orang yang suka duit disebut “matanya ijo”? Sungguh aneh ya istilah ini....

57 Responses to “Blak-blakan soal Desain Cover Buku Bankir Sesa[a]t”

  1. kyai slamet says:

    kok kurang ngejreng ya…
    harusnya warnanya pink
    :D

  2. gelar says:

    gambar bibirnya itu menurut gw ga perlu. bener gak ? wkwk. lagipula warnanya beda sendiri. ;)

  3. eMo says:

    betewe nehhh.. harusnya sblum terbit kang antown nawarin diri buat desain covernya hihihi…

    klo kang an pengennya yg kek gimana tu buku covernya?

  4. nengthree says:

    emmmm……..
    silauuuuu…
    :lol:

  5. Ongki says:

    wah, ternyata, panjang bener ulasannya..

    Kalo saya sih, kalo melihat covernya ndak begitu tertarik pengen beli,,,

    ya, pada dasarnya tiap orang punya selera yg berbeda2.. Ada yg suka model A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y, maupun Z, wew…

    tak ada salahnya sih buat sang designer cover mau buat tampilan kovernya macam mana, entah pengen buat sampul bukunya keliatan keren, keliatan beda, keliatan ngejreng, atau pun keliatan tidak menarik.. Yg jelas, pasti ada maksudnya, walau mungkin hanya kalangan tertentu yg memahami maksud desain tsb,,,

  6. Menik says:

    weleh.. karena saya penganut don jaj de buk bai its kafer, kadang ga merhatiin sebegitunya…
    kalo pendapat saya sih, warnanya emang kurang soft, terlalu koneng.. tapi ya itu tergantung selera masing2 orang ya..
    tinggal balik lagi, apakah covernya menjual atau tdk, apakah cover juga menentukan isi bukunya .. who knows..
    Ichanxxxxxxxxx… kapan ngirim buku gretongannya ge gue ??? :D

  7. Cyber Katrox says:

    Sukses buat kontesnya Kang Ichanx.
    Kasih comment juga donk di blogku.
    Thanks.

Leave a Reply