-
21
Jan -
Blak-blakan soal Desain Cover Buku Bankir Sesa[a]t
- With 58 comments
Tulisan yang akan Anda baca di bawah ini adalah tulisan objektif pandangan saya dari kacamata desain grafis. Apa yang saya utarakan tidak bermaksud melecehkan atau merugikan pihak tertentu. Makasih, Ichanx, kau memberiku kesempatan untuk berbicara apa adanya melalui postingan ini.

Awal kali menikmati tampilan desain covernya, saya menyimpulkan desain ini bergaya art nouveau. Sebuah gaya desain klasik yang biasanya menampilkan hiasan dekoratif kurva yang melengkung (baca: tidak kaku) berupa tumbuh-tumbuhan dengan paduan wanita cantik atau mungkin bangunan arsitektural.
Menurut sumber yang saya baca, art nouveau sempat meledak pada tahun 1890 sampai 1905. Menginjak masa modernisasi–dimana mesin menggantikan cara kerja manusia–gaya ini kian tenggelam tergerus zaman. Gaya art nouveau yang rumit (ragam bentuknya kebanyakan detail) tidak mampu jika dikerjakan secara massal apalagi jika prosesnya masih mengerjakan tenaga manusia.
Mengapa desain cover buku ini seperti itu? mari kita telaah satu per satu. Saya tidak tahu persis kenapa sang desainer memilih gaya ini, tapi jika kita membandingkan dengan uang kertas dollar maka kita akan mendapatkan ada beberapa kemiripan. Misalnya penggunaan elemen ornamen (baca: hiasan).
Gambar diambil dari http://upload.wikimedia.org
Jelas, bahwa hubungan desain uang dengan sampul buku ini cukup kuat. Karena isinya tentang kisah seorang bankir yang notabenenya sehari-hari dekat dengan uang. Maka pilihan desain gaya art nouveau saya pikir cukup tepat. Hanya saja saya terganggu dengan pemilihan warna background (latar belakang) yang digunakan.
Saya telah membuktikan, warna background kuning yang saya dapatkan saat ini bukan karena tampilan warna cahaya RGB di monitor saya atau monitor Anda. Setelah saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, warna kuning itu ternyata benar adanya. Terlalu “keras” campuran warnanya. Saya lebih sepakat kalau warnanya lebih soft, lebih lembut, lebih pastel atau pilihan lain misalnya warna krem kecoklatan. Maksud saya supaya kesan yang dimunculkan pada gambar tersebut semakin klasik dan mengena.
Ada hal yang ingin saya sampaikan soal warna background ini. Jika saat ini saya mencoba positive thinking, maka tidak ada yang salah dengan desain covernya. Mungkin sang desainer sengaja mencampur komposisi warna kuning sedemikian rupa supaya mencolok dan mencuri perhatian mata pemirsa atau calon pembeli. Bukankah itu sudah mendapat nilai plus desain covernya?
Tipografi
Pilihan jenis huruf untuk kata “Bankir Sesa[a]t” cukup bagus. Dari jarak sekian meter readabilitynya (daya keterbacaannya) sudah mendapatkan perhatian serius sang desainernya. Warna hijaunya menciptakan keharmonisan. Dia bisa mengimbangi dan memposisikan diri untuk mengisi space yang ada pada bagian atas buku tersebut.
Jenis huruf Serrif atau berkait atau berkaki seperti yang kita lihat pada judul buku ini mempunyai kelebihan tersendiri. Huruf ini bisa membuat mata kita seakan melihat bahwa huruf tersebut satu sama lain seperti terikat (tak terpisah). Itulah kenapa saya menyebutkan bahwa faktor keterbacaan perlu mendapatkan perhatian serius dan peran desainer di sini sudah cukup bagus.
Masalahnya adalah kenapa huruf “A” ke dua pada kata “sesaat” justru dibuat secara manual–menggunakan spidol warna biru di atas kertas putih lalu discan dan ditempel bak kolase? apakah tidak ada cara lain kalau memang ingin dibaca seperti kata “sesat”? saya menilai ada yang aneh di sini.
Ilustrasi
Kembali lagi soal art nouveau. Seperti yang saya tuliskan pada paragraf awal di atas, gaya art nouveau biasanya menggunakan gambar perempuan cantik sebagai ikon utamanya. Cover buku Ini memang sungguh tidak biasa karena justru gambar fotonya Ichanx yang ditampilkan. Apakah ini narsis ataukah supaya dianggap eksis? saya tidak tahu.
Gambar diambil dari http://americancorner.hu/
Gambar dengan pose tangan kanan Ichanx menunjuk ke depan mirip pose paman sam yang biasanya dibawahnya ada tulisan “I Want You” itu. Mari kita amati bersama. Dua-duanya memakai jas warna biru keabu-abuan dengan dasi warna merah. Kenapa musti biru dan merah?? kenapa tidak warna lainnya saja? kita tahu bahwa merah dan biru itu simbolnya bendera Amerika. Ada apa dibalik ilustrasi ini?
Pembedanya adalah pada kepala Ichanx ada culanya, jas yang dikenakan juga lebih rapi, dan Ichanx tidak mengenakan topi. Lalu kenapa ada cula? kenapa warna kulit Ichanx merah? apakah Ichanx digambarkan sebagai sosok yang dimusuhi banyak manusia? Hmmm…, lalu kalau memang ingin ditampilkan menyeramkan justru saya di sini melihat Ichanx kurang sangar. Ichanx masih menyimpan senyum manis.
Teknik ilustrasi juga harus mendapatkan perhatian serius. Karena ilustrasi bisa berbicara seribu bahasa. Kita tidak bisa membuat ilustrasi tanpa filosofi atau tanpa didasari pemikiran yang kuat.
Bisa kita lihat juga pada ilustrasi tersebut, di samping kanan kiri Ichanx ada rangkaian biji padi yang melingkar. Lambang ini sering dipakai untuk desain bergaya popart seperti yang sering kita temukan pada desain-desain fashion untuk distro itu. Sebenarnya tidak ada masalah ketika seorang desainer atau ilustrator mencoba bergaya atau bereksperimen dengan menggabungkan dua gaya seperti art nouveau dan pop art ini.
Lagi-lagi, saya sedikit terganggu dengan penyajian gambarnya. Semuanya elemen visual dibuat dalam bentuk 3D (baca: tiga dimensi) tapi kenapa bentuk padi yang melingkar itu malah dibuat 2D (baca: dua dimensi). Sayang sekali menurut hemat saya, karena prinsip unity atau kesatuan dalam desain menjadi tidak maksimal saat diaplikasikan.
Itulah sedikit review saya tentang desain cover buku “Bankir Sesaat” karya Ichanx ini. Silakan Anda beri komentar sepuasnya. Panjang atau pendek juga tidak masalah. Review ini saya persembahkan untuk kontes sesat blog Ichanx. Sukses ya, Ichanx…
Salam Kreatif!!
Bahan bacaan:
http://kacangtanah.wordpress.com/2008/09/11/art-nouvea/
http://artoxic.wordpress.com/2008/03/11/art-nouveau/
http://lettersfortomorrowtd1.wordpress.com/2008/03/11/art-nouveau/
Postingan Terkait:
- Ver…Cover…
Juli 2008 cover buku ini diterbitkan. Cover buku yang dipakai untuk ICIS (International Conference of Islamic Scholars) ini saya... - Ya! ini review Buku 101 Hantu
Kebetulan kala itu saya dan kawan-kawan dari komunitas menghadiri peluncuran buku 101 Hantu di CityWalk, Sudirman, Jakarta Pusat. Sebelum acara... - Ilustrasi Buku
Jenis dan kebutuhan ilustrasi buku cukup beragam. Tidak semua buku membutuhkan gambar atau ilustrasi yang realis, proporsional dan atau tampak... - Buku Sket
Buku sket (sketch book) model dan ukurannya bermacam-macam. Mulai dari yang ukurannya besar hingga ukuran kecil yang bisa dimasukkan kantong/saku... - Hadiah Buku Sket Moleskin
Sesuai dengan apa yang pernah dijanjikan Saaba–seorang teman dari Malaysia yang rajin berkunjung ke blog visual ini–akhirnya mengirimkan juga buku...






Ada 58 comments
¬ langtijiwa
#2758 January 21st, 2009 at 1:10 am
sepertinya komen yg diblogku itu(Yg pertama) hampir mirip iklan.hehe
coba aja menuju blognya,mas
¬ ova
#2760 January 21st, 2009 at 1:46 am
Yang saya heran mas, kenapa page blog sampeyan didominasi warna kuning?!? :-0
¬ Donny Reza
#2761 January 21st, 2009 at 1:58 am
Hehe, analisa dari desainer asli mah begini … gak kayak saya yang desainer dadakan
) yang penting kelihatan keren
)
¬ suryaden
#2762 January 21st, 2009 at 2:02 am
bagus sih tapi malah kayak barang klasik dan adem ayem, karena warna coklat kremnya mungkin, kemungkinan kalo di ganti bacground warna uang asli, entah dollar atau rupiah…
pasti kesannya lebih berani…
¬ Ullyanov
#2763 January 21st, 2009 at 3:06 am
Kalo terlalu mencolok pada warna dasar tertentu, nanti takutnya dikira bagian dari pamflet ato poster partai tertentu juga. Sekarang kan lagi musim kampanye.
¬ bayuhebat
#2764 January 21st, 2009 at 3:52 am
ituh ituh kalau dah nonton hell boy pasti ngerti.
biasanya gitu ton kalau ketawa tapi sosoknya penjahat ketawanya jadi ibarat mencela begono lah.
¬ Fenty
#2765 January 21st, 2009 at 6:54 am
Reminds me of Moulin Rouge …
Really …
¬ emfajar
#2766 January 21st, 2009 at 7:16 am
mirip hellboy emank
¬ det
#2768 January 21st, 2009 at 9:04 am
bagus
¬ The Dexter
#2769 January 21st, 2009 at 9:17 am
wah wah… kereennn..bisa mengulas seperti itu.
¬ lala
#2770 January 21st, 2009 at 9:19 am
GW suka KUNING!…
¬ ichanx
#2771 January 21st, 2009 at 9:32 am
buset…. dari sampul gitu doang ternyata bisa bicara banyak yak? hhiihihi
¬ inot
#2772 January 21st, 2009 at 1:00 pm
gue udah lupa pernah belajar desain grafis ton:D, wahh cocok deh jd dosen, atau ntar tulisan2 di blog lu, rangkum aja, bikin buku grafis..piye mas?
gue sih ga bisa koment banyak, cuma sepenglihatan mata aja>> huruf A dalam ’sesat’
lebih oke kalau sedikit dimiringin atau dibikin style yg apa..gitu, jangan ikutin font san seriff yg emang kaku, tegak lurus.
wehhh kapan nih jadi animator flash???
¬ aCist
#2773 January 21st, 2009 at 8:28 pm
keren, kreatif dan sangat memeberikan inspirasi dalam berkarya nanti, terima kasih mas antown
¬ herdiyanto
#2774 January 21st, 2009 at 8:34 pm
Uhm mungkin adabaiknya kita liat objektif dari pembuatan buku ini dulu yah…untuk siapa dan kenapa..Oleh siapa dan mengapa..Jujur saya sendiri sangat sulit untuk melihat disain ini bagus atau tidak (kalau dari kacamata branding yah).
Estetika dalam dunia industri kreatif seperti ini..memang harus dalam rambu2 yang jelas..misalnya ada pertanyaan
“kok disainnya jelek gini sih?”
dan dijawab
“tapi penjualan laku kok’
nah! bagaimana harus menyikapinya? objektifnya jelas berbeda bukan? yang satu ingin terlihat bagus dan yang satu ingin penjualan meningkat dengan tidak memperdulikan estetika…
Jadi harus gimana dong?
Kalo saya sih akhirnya mau maen aman aja…disain komunikasi visual bagaimana yg benar dan bagus? hehehe..
Kasus diatas itu, kalau udah ada breakdowning secara detil berarti harusnya ada objektif dari si buku ini yang sudah dipahami yah..tapi saya kok nda liat yah (ah mungkin emang gw aja yg ga teliti kali yah
). Soalnya ini adalah cover buku bukan poster…cara berinteraksinya dengan audience pun akan sedikit berbeda.
Jadi kalau berbicara estetika, saya mungkin akan mengibaratkan ini sebagai ArtWork aja…dimana unsur ‘for selling’-nya saya kesampingkan dulu.
Mnurut saya, penggayaan disainnya itu masih bagus kok
, Unsur grafisnya masih bisa dibilang senada..,Walau memang ada sedikit kurang matang dibeberapa bagian seperti warna wajah yg merah dan penggayaan huruf “A” yang seperti Antown bilang. Merahnya aga sedikit kurang sehirarki ya dengan ambience graphic color yang di usung yah..masih terlalu ‘RGB’ kalo istilah saya..dan huruf ‘A’ nya sedikit kurang di ‘touch up’ sedikit rasteringnya..soalnya agak2 ngga ngeblend dengan yang lain.
Masih banyak yang bisa di buat lebih matang disini karena areanya tergolong rapih. Artinya jelas mana ornamen, message, foto, dan elemen tambahan. Tau yah kok jadi inget covernya band Dewa yah lupa yang mana kayaknya republik cinta deh. Hmmm terlihat matang hasilnya
gitu dulu ahhh kepanjangan nih kayaknya….maaf kalo ada yg salah n ga berkenan yah
- – -
benar, bung herdiyanto mampu membaca realita yang ada. Kadang memang suatu produk meski dengan kemasan seadanya tapi laris manis di pasaran. Contoh gampang misalnya, kacang goreng yang kita temukan di bus. Itu tinggal di kalikan aja sehari laku berapa ratus atau mungkin ribu bungkus. ya nggak bro?
makasih banyak atas komennya…
¬ aNGga Labyrinth™
#2776 January 21st, 2009 at 9:37 pm
Wahh,,, klo ini review benerann….
Keren-keren….
¬ BlaGaBloGer
#2778 January 21st, 2009 at 9:55 pm
Saya c gak terlalu ngerti sebenarnya ttg design grafis,,,
ini hanya pandangan saya sebagai orang awam aja…
saya agak ngerasa terganggu ama gambar orangnya…bentuk dan warnanya agak kurang pas ama latarnya…
¬ Nias Zalukhu
#2779 January 21st, 2009 at 10:18 pm
Kayaknya Ichanx salah milih model cover tuh… harusnya kan fotoku lebih manthap tuh wkwkwk.. tp isi bukunya bener2 ngocok perut dah.. walo sebagaian dah pernah baca di blognya.. tp manthap
¬ benazio
#2780 January 21st, 2009 at 10:44 pm
waaah gue udah liat bukunya nih di gramed beberapa hari lalu ..
keren kereeenn .. tapi belom sanggup beli nih ..
pasti banyak urusan duit . makin ngiri hauehuehua ,,
yang ada fotonya ama duit kan auhauehauh mantapp
¬ diorockout
#2784 January 22nd, 2009 at 3:04 am
@herdiyanto
ampun mas..ampun..
¬ geRrilyawan
#2787 January 22nd, 2009 at 3:42 am
kalo menurut saya lebih ke gothic daripada ke art nouveau. ada image gargoyle kayanya di bawah ya…image yang biasa dipake di gereja-gereja gothic…
gothic kental dengan penggambaran setan-setanan gitu kayaknya…
¬ pcloles
#2789 January 22nd, 2009 at 5:15 am
klo boleh komen2 dikit mah, kayanya kurang cocok itu cover latarnya kuning, klo warna kuning kaya gitu lebih pas klo latarnya gambar kertas kuno, klo gambar bangunan lebih cocok pake warna abu2 kaya duit dollar, tp klo soal desain mah itu tergantung selera masing2, style para designer juga beda2
tetep semangat dalam berkarya, cayoooo…
Gambatte…
¬ -GoenRock-
#2792 January 22nd, 2009 at 8:45 am
Bung Antown emang paling ngerti deh gimana cara mengapresiasi sebuah karya seni. kalau soal kenapa wajah Ichanx di cover itu tidak terlihat sangar, tentu tidak lepas dari isi tulisannya sendiri yang emang ndak ada unsur sangar2nya sama sekali. Coba deh bung Antown baca bukunya, dijamin ngakak dari halaman pertama sampe titik terakhir
*lhoh kok saya malah promosi buku sih???**
*pentung Ichanx*
¬ Brillie
#2795 January 22nd, 2009 at 11:51 am
bener-bener nggak ngerti aku soal desain… jadi maaf no comment lah
¬ latree
#2798 January 22nd, 2009 at 12:55 pm
whaduh..
ternyata design cover ribet juga ya…
¬ shelly
#2806 January 23rd, 2009 at 9:51 am
ia, gw juga aneh
kenapa warna kuning??
ichanx tuh sukanya sama pink…
¬ herdiyanto
#2808 January 23rd, 2009 at 5:43 pm
rame euy komen2nya….
for diorockout…
kok ampun gw kan ga ngapa2in hhehehe
¬ dita_disini
#2814 January 24th, 2009 at 1:11 am
err… saya ndak ngerti disain, cuman bisa disain baju ajah… yang saya tau tentang buku ini adalah, bukunya kocak banget, sampe2 temen daku ada yg sakit perut setelah baca buku ini *poor her*
¬ hantu
#2815 January 24th, 2009 at 1:22 am
datang lagi…
gw ga pingin ikut2an membeda desain cover, cm memberi catatan kepada yg punya blog yg telah berusaha dengan sangat keras untuk mencoba membeda cover buku dari ’sisi desain’.
(I) istilah ‘readability’ diartikan oleh sang empunya blog sebagai ‘keterbacaan’ bukankah keterbacaan di desain sering disebut ‘visibility’ meskipun visibility juga sering diartikan ‘gampang dikenal’.
(II) art nouveau, disebutkan oleh pemilik blog sebagai gaya klasik yang tenggelam tergerus waktu. So weird, klo belajar dari sejarah, mesin mengantikan kerja manusia sejak dimulainya revolusi industri tahun 1700-an, sedangkan art nouveau disebut meledak tahun 1890-1905, bukankah ini seabad setelah modernisasi terjadi. Timeline yg salah, seperti ngomong kompeni Belanda kalah perang melawan Gajah Mada.
(III) mungkin kesalahan paling fatal pemilik blog ini adalah mengatakan bahwa art nouveau adalah desain dengan gaya klasik yang menonjolkan hiasan dekoratif kurva, padahal sabda terkenal art nouveau adalah “form should follow function”. Aliran ini lebih menitik beratkan pada konsep pemahaman kehidupan modern dan metode produksi, ciri seni zaman ini adalah sedikit dekorasi, sederhana dan indah. klo yang dekoratif2 dan ornamen kita terpaksa balik lagi ke jaman Rococo atau jaman yg lebih tua (gimana sih yg empunya blog… koq jadi merusak sejarah seni)
begitu saja catatannya, sebelum ikut2an salah… semoga jadi koreksi dan agar lebih berhati-hati dalam istilah dan sejarah SENI.
- – -
Terima kasih banyak atas koreksinya ya… saya akan berhati-hati lagi soal ini. Soal kesalahan sejarah, saya mohon maaf sekali lagi. Saya mendapatkan bahan tulisan ini sesuai dengan referensi yang saya baca di internet.
Saya suka kalau blog interaktif. Anda punya alamat web/blog?
¬ adhi
#2816 January 24th, 2009 at 1:26 am
kalo gue masih blm ngerti knp cm gambar mulut cewenya, knp ga skalian aja cewe di belakang si aktor sambil meluk dari belakang….
.. lo jg blom jelasin Town.. apa gue kelewat bacanya nih
kalo untuk warna atau maksut dari covernya, si pembuat yang lebih tau karena dia yg eksplorasi…
tapi town, kl gue sih pengennya warna begron nya lebih gelap masukin ke abu2 smakin gelap smakin sesat… semakin bikin kabur judulnya… hehehehe…
makin ga kebaca… makin deket orang pengen baca judulnya…
hehehehhe…
eits.. blom selesei…
gue baca komen herdiyanto… yang nulis.. “kok jelek tapi laku” dan sebaliknya..
bener2 masuk akal karena gue sendiri liat bukti disekitar…
desain keren mendukung produk yang di jual.. tapi kok ga laku…trus desain nya biasa tapi kok produknya laku keras di pasaran…
designer di salahin marketing karena desainnya dianggap jelek… designer nyalahin sipenjual karena ga bisa jualan…
salah siapa?? designerkah atau produknya atau si penjualnya ??
sorry nih kl ga nyambung….:D
- – -
saya mikirnya gini bro, ada baiknya mungkin marketing juga belajar desain dan desainer pun belajar marketing. Nah kalau dua2 nya bisa jalan kan makin bagus produk yang telah diluncurkan. Betul tidak? kalau ada yang kurang mungkin ente bisa menambahkan…
¬ Supir Bemo
#2821 January 24th, 2009 at 2:26 am
Terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, persoalan desain adalah persoalan taste, interpretasi dan (mungkin) gaya desainernya.
Saya sendiri tidak mau sok tahu karena saya juga bukan ahlinya…
tapi berhubung postingan ini ditulis dari kacamata Desain Grafisnya Om Antown (emang om antown pake kacamata yak????), maka mungkin sebaiknya saya berkomentar yang “sesuai tema”.
Btw, karena saya juga bukan ahli sejarah jadi saya mending “nyekip” aja soal aliran dan sejarahnya….
soal konsep… Konsep yang dibawa tukang gambarnya sih udah rada nyampe maskutnye… bankir (dengan jasnya) sama money-(styled-whatsoever) frame… meski untuk pilihan font yang saya rasa kurang sreg dengan tipe serrif seperti itu. Maksud saya, masih banyaklah font bertipe serrif lain yang bisa digunakan untuk mengisi keterpaduan dengan frame dan background.
yaah, saya juga termasuk yang setuju dengan masukan (kritikan???) om antown tentang “ketidaknyampuran” ornamen padi2an distro itu… mungkin sebaiknya dipilih ornamen dengan gaya senada dengan framenya… ya ga bos?
yang terakhir…
yang terakhir ini bukan masukan, kritikan atau hinaan…
…kok ya dari jauh fotonya mirip ucok baba pake tanduk????
hihihihi…
misi aaaaaahhh….
kaboooorrr!!!
*ditimpuk ichanx make segepok duit cebanan*
- – -
saya juga mau dunk ditimpuk pake cebanan? kalo gak ada ya dollar deh hahaha….
btw, ada saran gak? tipe font serrif yang pas apa? mungkin bisa bahan pertimbangan kita bersama suatu saat nanti bro…
¬ ichanx
#2823 January 24th, 2009 at 2:48 am
*lempar granat ke supir bemo*
¬ adhi
#2832 January 24th, 2009 at 3:56 pm
gue juga mau dong di lempar duit buat bayar domain sama upgrade kapasitas hosting
gue nemu nih link koleksi font artnouvo. http://www.fontcraft.com/scriptorium/anmain.html
betul Town. antara designer dan marketing harus sejalan.. kalo kata orang.. gue konek ma nih orang
, dan juga rasa nyaman….
- – -
nice info bro, gw dah liat situs itu. Bagus bener emang. Mereka main profesional. Terbukti font ala artnouveau pun mereka jual dengan harga mahal (bagi yang blom punya duit). Tapi kalo untuk bisnis harga segitu mungkin bisa jadi murah. Kira2 nih, Indonesia mampu gak jualan font juga? gw sih blom pernah nemu fontnya. Kalau jualan karya mah udah banyak banget, ya nggak?
¬ Nonadita
#2833 January 24th, 2009 at 4:01 pm
*mencatat poin2nya, siapa tau besok2 bisa bikin buku*
Btw, ichanx kereeeen!!! Jadi coverboy!!! *menjura*
¬ fenny
#2834 January 24th, 2009 at 4:03 pm
yak ampon bahasanya apa sih? ga ngerti.. tapi kalo isi bukunya, ga beda jauh ama baca blognya atopun cerita2 dari si penulis. oh iya, ini blog berat banget ton… padahal koneksiku lagi kenceng…
¬ masmoemet
#2841 January 24th, 2009 at 9:28 pm
mo ikutan ngomeng ah …
terus terang masmoemet moemet terus, kalo soal komposisi warna, masmoemet blank alias gak paham. tapi yang jelas menurut mata dibalik kacamata masmoemet, model cover’nya mengingatkan masmoemet akan “peta ajaib” di pilem harry potter. wekekeke … ga nyambung yak …
¬ ettachan
#2843 January 24th, 2009 at 9:49 pm
art nouveau ? wah.. ada ada aja ya bahasanya. hahahaha.
¬ gelar
#2844 January 24th, 2009 at 10:18 pm
yang bikin aneh tuh, kalau mau semuany 3D ya 3D. disain yg 2D malah ngerusak menurut saya
¬ uci
#2845 January 24th, 2009 at 11:03 pm
waduh ga ngerti beginian aku mah. kebetulan belum baca juga bukunya *ketinggalan jaman* maklum sibuk belajar (halah)
review-nya keren banget. cengok aku bacanya ^^
¬ Puguh Rahardjo
#2854 January 25th, 2009 at 11:45 am
Weleh, pusing banyak komentar yg berisi jadi bingung mo nulis apa
Salut buat Anto atas reviewnya. Maju terus disain Indonesia
¬ Ramon
#2859 January 26th, 2009 at 5:33 am
Menurut saya pribadi design cover buku tersebut cukup baik dan komposisinya cukup dinamis, jadi tidak ada banyak kritisi.
Pemilihan background kuning justru membuat elemen jadul menjadi terlihat lebih baru dan mencolok.
Begitu juga dengan font, kombinasi font serif dan huruf A dengan font tulisan tangan seperti tempelan menciptakan kesan anti kemapanan.
Kombinasi efek 2D pada elemen yang didominasi efek 3D malah membuat cover seolah-olah adalah cover asal-asalan yang dibuat setelah memodifikasi cover yang lain. Dan dari situlah sisi kreatifnya tampil.
Masalah kenarsisan juga nggak ada masalah. Asal tepat pada sasaran. Foto narsis yang diedit seperti monster dalam buku ini membuat cover menjadi penuh kelakar.
Bravo deh!
- – -
makasih ram, diantara sekian komentar kamu yang termasuk beda banget. Tapi terima kasih sekali, saya sangat menghargai komentarmu karena komentarmu juga mnyertakan alasan. Jadi tidak ada masalah. Sukses ram!!
¬ herdiyanto
#2862 January 26th, 2009 at 1:00 pm
to puguh :
“whoalah mas…hehehe thx”
Sekarang gini ton kalo semua pada interest dengan membahas dan mengkoreksi..uhm knp kamu ngga coba bikin contoh kasus dan masing-masing pada bikin solusi visualnya?
¬ Shino
#2867 January 27th, 2009 at 10:58 am
yah…..kok komen cuma cover aja..?? gw tadinya nyari referensi isinya… seperti tukul bilang…gw masuk kategori “don’t judge book by the cover”…
tp hargai komennnya dech…
¬ Ilustrator and Freelance Graphic Designer » Flashback Blog antownholic[dot]com
#2873 January 27th, 2009 at 11:18 pm
[...] mohon dukungan komentarnya untuk postingan saya berjudul “Blak-blakan soal Desain Cover Buku Bankir Sesa[a]t” yang rada nakal itu. Postingan ini saya ikutkan untuk kontes sesat Ichanx. Belum baca? Klik saja di [...]
¬ ndop
#2876 January 27th, 2009 at 11:51 pm
seru seru, melu komentar ya town, sepesial iki, soale aku mbayar nang warnet loo..
ehm, ehm, semoga bisa nulis cepet!
mm… aku setuju mbek sampeyan town, desine kurang kompak, kurang total. nggak konsisten..
kalo temanya a, ya harus a semua. lha kalo di cover itu, temanya a, b, c, d, dst… banyak tema dikumpulkan jadi satu, jadi ngak fokus..
¬ jafis
#2890 January 29th, 2009 at 9:23 am
boleh komen jujur kan?
kenapa harus meniru “logo paman sam” ?
yang mana seseorang yg awam designer seperti sayapun langsung tahu dengan sekali lihat…
kenapa nggak menampilkan idea kratif yg betul2 fresh..
Thanks
- – -
itu yang desain covernya langsung dari penerbitan mas
¬ aliefte
#2916 January 30th, 2009 at 8:14 pm
review buku mantap.. salam kenal..
¬ Deta Deswi
#2919 January 30th, 2009 at 9:13 pm
Mas… alasan-alasannya bagus…
Setuju ama Ndop….
Banyak unsur dijadikan satu, jadi gak fokus pesan yang mau disampaikannya apa….
¬ budiernanto
#2920 January 30th, 2009 at 9:22 pm
okeh..
untuk kontes ini, pandangan pertama, saya yang sangat subjektif dari kacamata pemikir, peneliti, dan ilmuan, saya melihat background memang cocok dengan mata uang dollar, berarti pendapat saya cukup objektif jika dikaitkan dengan analisis mas antown ini.
kedua, yang saya lihat dari sebuah buku untuk pertama kali adalah, pengarang, daftar isi, referensi, ringkasan di belakang buku, dan tentu harga serta cover.
saya ga beli buku ini, karena saya ga merasa tertarik ketika melihat covernya, dan saya ga ada duit.
makasih, hehe..
¬ budiernanto
#2921 January 30th, 2009 at 9:24 pm
okeh..
untuk kontes ini, pandangan pertama, saya yang sangat subjektif dari kacamata pemikir, peneliti, dan ilmuan, melihat background memang cocok dengan mata uang dollar, berarti pendapat saya cukup objektif jika dikaitkan dengan analisis mas antown ini.
kedua, yang saya lihat dari sebuah buku untuk pertama kali adalah, pengarang, daftar isi, referensi, ringkasan di belakang buku, dan tentu harga serta cover.
saya ga beli buku ini, karena saya ga merasa tertarik ketika melihat covernya, dan saya ga ada duit.
makasih, hehe..
- – -
kalo ada duit pasti beli kan bud, bukunya bagus loooh….
btw, ini bukan analisis kok, cuma review ajah hehe..
makasih atas komennya
¬ kyai slamet
#2930 February 1st, 2009 at 11:01 am
kok kurang ngejreng ya…
harusnya warnanya pink
¬ gelar
#2931 February 1st, 2009 at 11:17 am
gambar bibirnya itu menurut gw ga perlu. bener gak ? wkwk. lagipula warnanya beda sendiri.
¬ eMo
#2932 February 1st, 2009 at 11:40 am
betewe nehhh.. harusnya sblum terbit kang antown nawarin diri buat desain covernya hihihi…
klo kang an pengennya yg kek gimana tu buku covernya?
¬ nengthree
#2964 February 6th, 2009 at 3:26 pm
emmmm……..
silauuuuu…
¬ Ongki
#2980 February 7th, 2009 at 8:55 am
wah, ternyata, panjang bener ulasannya..
Kalo saya sih, kalo melihat covernya ndak begitu tertarik pengen beli,,,
ya, pada dasarnya tiap orang punya selera yg berbeda2.. Ada yg suka model A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y, maupun Z, wew…
tak ada salahnya sih buat sang designer cover mau buat tampilan kovernya macam mana, entah pengen buat sampul bukunya keliatan keren, keliatan beda, keliatan ngejreng, atau pun keliatan tidak menarik.. Yg jelas, pasti ada maksudnya, walau mungkin hanya kalangan tertentu yg memahami maksud desain tsb,,,
¬ Menik
#2991 February 8th, 2009 at 10:24 pm
weleh.. karena saya penganut don jaj de buk bai its kafer, kadang ga merhatiin sebegitunya…
kalo pendapat saya sih, warnanya emang kurang soft, terlalu koneng.. tapi ya itu tergantung selera masing2 orang ya..
tinggal balik lagi, apakah covernya menjual atau tdk, apakah cover juga menentukan isi bukunya .. who knows..
Ichanxxxxxxxxx… kapan ngirim buku gretongannya ge gue ???
¬ Cyber Katrox
#3103 February 19th, 2009 at 3:54 pm
Sukses buat kontesnya Kang Ichanx.
Kasih comment juga donk di blogku.
Thanks.
¬ Dewdew
#8380 September 25th, 2011 at 11:15 am
mengenai desain ini sudah bagus kalau mkenurut saya. saya bisa ngmbil dikit2 kata yg ada di sini.
mksih y…. blog ini udah bantu saya buat ngrjain tugas saya….