ad

Akhirnya, saya melewati juga rumah Soeharto (almarhum), mantan Presiden Indonesia paling lama itu. Secara tidak sengaja, hari jumat (14/11) pagi itu saya bersama seorang teman jalan-jalan tak bertujuan. Sekedar ingin menghirup udara segar yang di Jakarta dianggap langka.

Selepas subuh, pukul 05.00 WIB, berangkat dari sekitar stasiun Gondangdia, Menteng Kecil, kami jalan-jalan ke arah “Goethe”, Kedutaan Besar Belanda di Menteng. Sampai di sana kami terus berjalan menyusuri pepohonan rindang dan hijau itu. Di samping kiri kanan hanya ada rumah besar dengan pagar menjulang.
Pada sebuah perempatan yang entah apa nama jalannya—saya lupa, kami mengambil arah kiri, jalan sepi itu. Tidak lama kemudian saya menemukan plang bertuliskan “Jalan Cendana”. Spontan memori saya mengatakan ini adalah jalan yang mungkin tidak bisa dilewati setiap orang. Pada pintu utama jalan tersebut ada bekas penutup jalan tergeletak, tampak dibiarkan. Tak ada gonggongan anjing terdengar. Sesekali muncul petugas keamanan (security) beraksi. Kami tidak membawa identitas kecuali celana kolor dan kaos oblong.
Berjalan di kawasan Jalan Cendana cukup mengerikan karena saking sepinya. Jalan tampak lengang, tak ada kendaraan kecuali pembantu rumah tangga yang mengayuh sepedanya. Atau petugas kebersihan yang sedang membersihkan sampah. Pagi buta itu sungguh mengesankan. Saya bisa menikmati arsitektur puluhan rumah tua peninggalan Belanda.

Taman Suropati
Tak jauh dari Cendana kami berjalan ke arah Taman Suropati. Taman luas nan hijau itu dihuni banyak burung merpati dan pohon-pohon besar aneka koleksi. Tempat ini menurut saya cukup terjaga. Fasilitas toilet sudah ada, tempat sampah juga dimana-mana. Beberapa patung artistik berbahan logam atau semen—yang entah apa bentuknya—sengaja diletakkan pada beberapa ruang kosong. Menambah keindahan eksterior taman itu.
Taman ini bisa dijangkau oleh kendaraan umum. Ada bus patas yang siap mengantarkan penumpang jika kita berangkat dari Matraman. Tapi kalau dari arah Menteng barangkali hanya taksi yang melewati.
Hemat saya, Blogger Jakarta bisa memanfaatkan taman ini sebagai ajang kopi darat. Tapi seyogyanya kebersihan juga selalu dijaga demi kebersihan dan keindahan tata kota.

Besok jalan-jalan lagi kemana ya enaknya? Pinginnya sih ke Malaysia menemui Kak Emila. Hahaha, ngimpi…

Salam Kreatif!!

Gambar diambil dari http:///www.getchy.com

Postingan Terkait:

  1. Tentang Kunjungan ke Rumah Dunia dan Banten Lama
    Minggu kemarin adalah pengalaman kopdar yang luar biasa bagi saya. Empat mobil berisikan sekitar 20 personil dari rombongan KBBC...
  2. Halal Bi Halal KBBC
    Sabtu kemarin saya dan Asfan berangkat menuju Graha Raya untuk memenuhi undangan halal bi halal yang diselenggarakan oleh KBBC di...
  3. Zabtu-Saptu-Sabtu…
    Sabtu pagi kemarin (25/10), saya dan Budi masih ada di kantor Dagdigdug, Jl Langsat 1/3A Jakarta. Kami ini salah satu...
  4. Universitas Tarumanegara
    Beberapa waktu yang lalu saya bersinggah ke kampus Universitas Tarumanegara atau disingkat Untar. Kampus yang terletak di daerah Jakarta Barat...
  5. Yang Indah di Balik Gedung-gedung Pencakar Langit Jakarta
    Hari minggu saya menyempatkan diri berkunjung ke Museum Taman Prasasti. Ngapain hayo tebak?? Museum ini berada di jalan tanah abang,...
Tags: ,
Category: Gambar Sketsa
ad

Ada 26 comments

Name (Req)

E-mail (Req)

URI

Message
ad ad

Halaman

Link