Bali, Jakarta, Tangerang dan Amerika

Sedikit tulisan saya—antara berbagi cerita dan curcol (curhat colongan). Semoga terhibur ya. Haha…

Masih membekas di ingatan saya betapa pesona Bali begitu eksotis. Bali mampu menghipnotis wisatawan berlama-lama tinggal disana. Sektor wisata digarap serius oleh Pemerintah dan masyarakatnya. Hampir di setiap sudut bisa kita saksikan karya seni seperti ukiran, tarian, lukisan, dan yang lainnya.

Sebagai tujuan wisata maka Bali masih menjadi tujuan pertama bagi saya. Konsekuensi logisnya kita harus menyiapkan dana sekian juta rupiah sekedar memanjakan mata atau ke spa (kalimat ini rada hiperbolis ya).

Pernah saya bermimpi bisa berkarya dan diupah dollar di Bali. Mimpi lama yang belum terbukti hingga kini. Jalan hidup yang membawa saya ke Jakarta. Ibukota yang sama sekali tak pernah saya impikan sebelumnya.

Jakarta ya begitulah. Hampir semuanya ada. Kesenjangan sosial sangat terasa. Berita kejahatan, penganiayaan, kekonyolan, dan keunikan lainnya selalu menghiasi halaman depan surat kabar.

Ibukota sudah saya tinggalkan. Beberapa pengalaman tak bisa saya lupakan salah satunya pernah dipukul orang lantaran dicurigai membawa sajam (senjata tajam) saat berada dalam KOPAJA 502 jurusan kampung melayu-tanah abang. Saya berkesimpulan kejadian itu adalah modus dimana mereka mengelabui si korban demi mendapatkan sejumlah uang.

Berdasarkan pengamatan saya keluhan yang seringkali dijumpai pada masyarakat urban adalah sulitnya mendapatkan pekerjaan—yang mapan, tempat tinggal yang layak lagi nyaman, air bersih layak konsumsi, dan masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu.

Dari Jakarta saya kemudian hijrah ke BSD City, Tangerang. BSD sendiri adalah singkatan dari Bumi Serpong Damai. Secara geografis Tangerang berada di sebelah barat Jakarta persis. Mempunyai terminal penghubung bernama Kalideres.

Pertumbuhan ekonomi di kota ini cukup pesat. Dalam kurun waktu sekitar sepuluh tahun saja hutan karet yang lebat itu disulap menjadi kawasan perkantoran, mall dan tempat hiburan. Begitu referensi yang saya dapatkan langsung dari beberapa kawan.

Penduduk tidak sepadat Jakarta, tingkat stress tidak separah Jakarta, macet seringnya kalau sepulang kerja, gaya hidup modern sudah tersedia, hehijauan masih ada dimana-mana. Komunitas bloggernya bernama KBBC (Komunitas Bloger Benteng Cisadane). Itulah sedikit cerita tentang Tangerang.

Industri kreatif seperti animasi multimedia juga berkembang sangat baik di kota ini (mungkin karena adanya persaingan yang masih terjaga). Dari sektor inilah saya kemudian berkarya setiap harinya.

… Lalu seorang teman dari Jombang yang tokonya berdekatan dengan ayam bakar wong solo itu seraya mendoakan saya dalam ruang maya, “semoga kamu ada kesempatan belajar animasi di Studio Pixar, Amerika ya”.

Amien”, pungkas saya. Siapa sangka, bukan??

Salam kreatif!!

Postingan Terkait:

  1. Yang Indah di Balik Gedung-gedung Pencakar Langit Jakarta
    Hari minggu saya menyempatkan diri berkunjung ke Museum Taman Prasasti. Ngapain hayo tebak?? Museum ini berada di jalan tanah abang,...
  2. Untuk Trio Bom Bali (Infografis)
    --- Ilustrasi grafis karya Usman Yulianto (Antown) untuk Koran SINDO (Seputar Indonesia) edisi Jatim. Terbit hari senin, 10 November...
  3. Dijual; Pixel Art “Wajah Penari Bali”
    Perkenankanlah saya menampilkan karya pixel art saya lainnya yang temanya masih Indonesia banget. Karya ini saya beri judul “Wajah Penari...
  4. Jakarta dan Surabaya
    Sudah setengah bulan lebih kita berpuasa. Tak terasa sebentar lagi lebaran tiba. Pengunjung biasanya mulai memadati Mall atau pusat...
  5. Peserta “Jakarta Photo Manipulation Competition – kayakarya.com – Direktori Jasa Kreatif Indonesia”
    Saya ikutan kontes “Jakarta Photo Manipulation Competition”. Konsep utamanya adalah tentang kemacetan dan carut marut ibukota dengan segala sistem...

23 Responses to “Bali, Jakarta, Tangerang dan Amerika”

  1. big sugeng says:

    Saya kalau Bali kok rasanya nggak cocok yaa..
    hawanya hawa magis gitu…
    pernah ke sana cuma beberapa jam tapi rasanya kok nggak enak yaa

  2. antown says:

    rambutku mengkilat kayak tokoh kartun. ko bisa gitu ya? padahal pake samphoo biasa..

    @big sugeng: cuma beberapa jam terus balik lagi dunk?? hmm. mungkin setiap orang akan merasakan sensasi yg berbeda. karena itu kali ya

  3. Chic says:

    ealaaaah Tangerang mah cuma sejam dari Jakarta, Mas.. gyhahahahahahahaha

    ikut mengamini deh, sapa tau beneran ke Amerika :D

  4. antown says:

    @chic: iya sejam kalo bawa mobil sendiri. lah kalau angkoters bisa sampe 2,5 jam. mau nyoba mbak chic?? caranya ke terminal kalideres dulu lalu naik transjakarta ke arah harmoni. hehe.

  5. nakjaDimande says:

    cieee, kerrreeennn..!!! gunungnya keren, rambut antown juga :D **serius, itu shamponya merk apa town?

  6. marsudiyanto says:

    Rambutnya kayak dilaminating…
    Kencling… :D

  7. marsudiyanto says:

    Kuwi ketoke foto ning pinggir jalan tol Njrakah munggah sitik ya Mas…

  8. antown says:

    @nakjadimande: bundo, ko malah ngomongin rambut hahaha. aku lupa merknya, bun
    @marsudiyanto: kalo gak salah itu di KINTAMANI. yang dinyanyiin lagunya sama shaggydog itu loh hohoho. terkenal dengan anjing kintamaninya :)

  9. ethie says:

    Tangerang kalo dari Bekasi ituh ongkosnya Rp11.500 belum kalo mesti naik angkot lagiii.. =))
    *rambutnya klimis banget, hampir tidak bisa mengenali rambutnya… (ninja)

  10. tuteh says:

    Belom pernah ke Tanggerang :D ya kapan2 saya mampir ke tempat mas Antown deh ya *ngarep.com* wakakak ngarep ditraktir hihihi…

    Btw itu rambut abis dari salon ya, mas? :D

    Hehehe… Insya Allah doa orang lain untuk mas Antown… ke Amrik, terlaksana… Amien *lagi* hehehehe…

  11. tuteh says:

    Oia, kalo ada rencana ke Bali, sapa tau ketemu ye :p pengen ke Bali lagi soalnya :D wkwkwkwkwk…

  12. bre says:

    wedyaann ponimu le…

  13. bre says:

    @seng kudungan biru : wedyaann wes ngitung ongkose… ckckckckckck *biar klimis seng penting…. (ninja)

  14. aldy says:

    Bergaya jadul dengan sengaja bro ? seniman emang ada aja gayanya….salam.

  15. kang supri says:

    hahaha ada-ada aja, salam dari bloger semarang, tulisan terakhirku: Sejuta Rasa Kuliner Semawis

  16. Wong Jalur says:

    Saya ikut mendoakan Mas, aamiin.

  17. Payjo says:

    Coba sambil menoleh ke kamera lalu ngomong “My name is Antown.” Kayak di iklan ituh :mrgreen:

  18. dj master says:

    moga-moga aja dkabulin doanya mas. amin..

  19. Blog Ijo says:

    kesuksesan kadang berawal dari mimpi..

  20. antown says:

    amien, makasih buat semuanya

  21. tetehku yang sempet ada tugas beberapa hari di Bali…bilang gag suka di sana….susah mau makan…eneg bawaannya…

  22. Elsa says:

    amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin
    doaku biasanya terkabul lho Town…
    amiiiiiiiiiiiiiiiin

Leave a Reply