Apa dan Bagaimanakah Cara Membuat Kartu (ucapan) Lebaran Itu?

Kartu (ucapan) lebaran adalah kartu yang dikeluarkan dan dirancang khusus untuk menyambut lebaran. Dahulu, kartu lebaran atau karleb ini mempunyai sifat yang sangat istimewa karena kartu ini umumnya hanya diberikan khusus untuk orang istimewa pula.

 

Berbeda halnya dengan sekarang. Kartu lebaran sudah jarang peminatnya karena tergantikan oleh teknologi. Mulai dari pesan singkat atau SMS, e-card, dan sebagainya.

 

Selain sebagai kartu ucapan, kartu lebaran ini juga berfungsi sebagai media untuk menyambung silaturahim. Antara kita dengan klien atau mitra kerja, antara kita dengan sahabat, atau mungkin antara kita dengan keluarga atau pacar yang jauh disana. 

 

Sejauh pengamatan saya, untuk mendapatkan kartu lebaran ini bisa ditempuh dengan 3 (tiga) cara. Pertama, beli langsung di tempat penjualan (biasanya ada di toko buku, mall, swalayan, atau di penjual yang ada di pinggir jalan). Kedua, pesan kartu tersebut dengan desain khusus langsung kepada desainer. Ketiga, membuat sendiri secara kreatif dengan cara alternatif.

 

Sekedar sharing saja, ten years ago saya sempat membuat kartu lebaran ini (tapi tidak untuk dijual). Kartu tersebut lalu saya bagikan kepada teman-teman mantan satu sekolah dulu. Berbekal semangat dan nekat, saya membuat kartu lebaran berbahan kulit kardus. Creative enough?? maybe yes, maybe no. Saya siap dimaki yang jelas.

 

Pengalaman itu memberikan pelajaran kepada saya untuk mengintrospeksi kembali apa sih kekurangan desain yang saya buat itu. Dari tahun ke tahun saya mempelajarinya. Tanpa teknologi komputer sama sekali, semua proses dikerjakan secara manual. Tapi tetap, tidak untuk dijual karena belum ada yang memesan hehe.

 

Mungkin dalam hati Anda bertanya, belum lebaran kok sudah berbicara soal kartu lebaran? wajar saja saya kira. Ini bukan postingan yang ingin mencuri start, tapi memang segera harus ditulis supaya kita (desainer) bisa belajar dari apa yang (kebetulan) pernah saya rasakan.

 

Dalam merancang sebuah kartu lebaran–yang dikerjakan baik secara manual maupun digital–ada beberapa hal yang musti kita perhatikan ini, yakni:

 

1. Desain

Untuk menciptakan nuansa Islam, pada desain bisa disisipkan gambar masjid, ka’bah, ketupat, orang bersalaman, dan sebagainya. Soal pemilihan warna bisa bebas sesuai dengan tema yang diinginkan; misalnya putih untuk menghadirkan tema kesucian/kebeningan hati, hitam untuk menghadirkan tema renungan, dan sebagainya. Lalu untuk kemasan (packaging), kita juga bisa memberikan pita sebagai pemanis atau tinta timbul (campuran dari lem dan tinta) sebagai aksen.

 

2. Penggunaan Kata

Perhatikan ejaan yang ada apakah sudah baku, ataukah sengaja dibuat dengan bahasa gaul (slang). Perhatikan juga tahun hijriyahnya, jangan sampai tahun kemarin masih kita pakai lagi. Hendaknya bahasa yang dirangkai pun disampaikan secara sopan dan santun. Karena tidak menutup kemungkinana sang penerima kartu ini menjadikan tolak ukur seberapa besar niat kita untuk memohon maaf

 

Dua poin tersebut have to be given special attention. Barangkali masih banyak hal lain yang belum sempat saya tulis di sini karena keterbatasan ilmu atau pengetahuan yang saya miliki. 

 

Bagi Anda yang pernah mendesain kartu lebaran, saya undang Anda sekalian untuk berpartisipasi, berdiskusi atau menambahkan tulisan yang penjelasannya sungguh masih sederhana ini. Lalu bagi Anda yang pernah menerima kartu lebaran, tidak ada salahnya untuk berbagi cerita pada kotak komentar di bawah. Dan bagi Anda yang ingin punya kartu lebaran digtial (e-card) edisi khusus bisa memesan kepada saya di usmanyulianto@gmail.com hehe…

 

Salam kreatif!!

 

Postingan Terkait:

  1. Qubuat Sebuah Kartu Nama
    Acapkali bertemu dan berkenalan orang baru pada momen yang berbeda, saya merasa bersalah jika tidak memberikan kartu nama pada...
  2. Cara Membuat Karikatur
    “Illustrator yang mampu merancang ilustrasi sesuai harapan klien. Bahkan sampai detail terkecilpun ia mampu menuangkannya dengan baik pada kanvas digital....
  3. Fashion, Kaos, dan Lebaran
    Jelang lebaran mall WTC Serpong, Tangerang, dipenuhi pengunjung mulai dari usia ABG, remaja hingga yang sudah orang tua. Mereka adalah...
  4. Bagaimanakah Konsep e-Learning itu?
    e-learning adalah proses belajar yang menggunakan media elektronik. Apa sajakah yang dikategorikan media elektronik yang saya maksud? yakni bisa berupa...
  5. Membuat Sketsa di Jalanan dan Permasalahannya
    Saat kita hendak membuat sketsa langsung di lokasi tentunya akan dihadapkan beberapa permasalahan. Apa sajakah masalah itu? Pada tulisan...

11 Responses to “Apa dan Bagaimanakah Cara Membuat Kartu (ucapan) Lebaran Itu?”

  1. zenteguh says:

    Minal Aidzin wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin.
    Setiap zaman memang ada generasinya tersendiri mas. Sial bagi Kartu Lebaran manual yang kini harus terpinggirkan karena teknologi. Tapi kita harus bicara prestise. Maksudnya, dengan banyak memesan kartu lebaran ke usmanyulianto@gmail.com, maka Anda beruntung karena mendapat desain hebat langsung dari ahlinya….:D

  2. kenyo says:

    kartu lebarannya pasti animasi kreatif bikinan mas antown

  3. puisi cinta says:

    wah, kalo kartu lebaran aku belum pernah terima yang kaya gitu bosss…
    makum di kampung….

    salam

  4. ethie says:

    Kartu lebaran? Pernah domz, bentuknya lucu-lucu.
    Hee… Mau dunk dikirimi e-cardnya.. :D

  5. morishige says:

    waktu masih SD akhir 90an dulu saya lumayan sering dapat kiriman kartu lebaran. tapi sekarang udah gak lagi. era digital, bro.. :mrgreen:

  6. Bang Aswi says:

    Saya masih ingat bagaimana membuat kartu lebaran yang unik waktu kuliah dulu. Bedanya, saya menjualnya dan ternyata laku dan ada juga yang memesannya ^_^ Sekarang, meski sudah tidak diminati lagi, saya ingin mengirim kartu lebaran atas nama anak2ku agar silaturahim dengan para saudara tetap terjaga ^_^

  7. Fenty says:

    aku pengen buaaattt …. tapi males ah kalo e-card, ntar pasti gak diliat lagi, dan memorynya gak nempel, hahaha … bikin gimana yaa … *mikir2*

  8. ernut says:

    nice tips…cuma ya itu dia, peran kartu lebaran semakin memudar ya signifikan dengan memudarnya peran pak pos…oh!

  9. Zulhaq says:

    masih musim yah?
    kayaknya keren kalo mengunlang masa masa kartu yang mendunia itu

  10. Elsa says:

    kartu lebaran….kayaknya udah gak jaman lagi ya. anak muda jaman sekarang lebih mengenal e-card lebaran. beda sama angkatan tua macam kita, yang masih “menangi” kirim-kiriman kartu lebaran….

  11. Kartu lebaran masih ada,cuman sepertinya rada berkurang kali yah semenjak interent mulai banyak di gunakan oleh masyarakat indonesia

Leave a Reply